Jakarta,sumselupdate.com – Pakar Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB University) Dwi Andreas Santosa menegaskan, upaya pemerintah menekan angka inflasi pangan di bawah 5 persen masih masuk akal dan bisa dilakukan.
“Saya kira iyalah,” kata Dwi saat dihubungi, Kamis (21/9).
Menurut Dwi, kenaikan harga beras memang akan menjadi faktor utama kenaikan inflasi. Namun seiring kenaikan harga beras, harga komoditas pangan lain justru cenderung menunjukkan tren penurunan.
“Karena nanti sangat berperan dalam inflasi sudah tentu harga beras. Ini akan meningkat, tapi harga pangan yang lain sudah ada tren penurunan. Jadi saya kira kenaikan harga beras akan diikuti tren penurunan beberapa harga yang lain,” ujarnya.
Menurut Dwi Andreas, kenaikan harga BBM menjadi faktor penting yang mengerek inflasi. Namun di sektor pertanian, kenaikan harga BBM bersubsidi beberapa saat lalu tidak berdampak signifikan.
“Katakanlah untuk dunia pertanian, BBM ini digunakan untuk apa saja dan itu berapa kira-kira kontribusinya?. Sehingga kalau dihitung sedetail itu, mungkin kontribusinya tidak begitu besar juga,” tuturnya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah terus berupaya menjaga inflasi, yang disebabkan kenaikan harga BBM dan inflasi pangan.
“Inflasi diperkirakan akan naik di bulan September, dan berbagai pengalaman dalam kenaikan bbm, inflasi akan cenderung turun dalam 3-4 bulan kevdepan, dan tentu dengan berbagai program dan pemberian subsidi bantuan untuk sektor transportasi, dengan dana BTT dan 2 persen DTU pemerintah optimis inflasi pangan dapat ditekan di bawah 5 persen,“ kata Airlangga di Jakarta, Kamis (22/9/2022).
Menko Airlangga yang juga Ketua Umum Partai Golkar ini menambahkan, pemerintah terus melakukan ekstra effort untuk menekan inflasi pangan di kisaran 3-5 persen.
“Kita akan terus menekan inflasi volatile food agar dapat mencapai komitmen awal pada HLM TPIP (High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Pusat (HLM TPIP) Maret lalu targetnya 3-5 persen. Jika dilihat secara regional dari 90 kota IHK, ada 66 kota IHK yang realisasi inflasinya diatas nasional. Dan kerjasama antar daerah guna menekan inflasi akan terus didorong semakin efektif akan menjaga stabilitas harga di masyarakat,“ tegas Menko Airlangga. (duk)











