Ketua Kwarcab Pramuka OKU, H Achmad Tarmizi, mengatakan bahwa informasi adanya pembekuan dana terhadap Kwarnas Pramuka yang dilakukan pemerintah pusat sudah mereka ketahui.
“Yang dibekukan itukan pendanaan dari pusat. Jadi tidak berpengaruh terhadap kegiatan pramuka di daerah,” kata Tarmizi yang juga menjabat Kepala Dinas Pendidikan OKU ini.
Ia menjelaskan, untuk pendanaan kegiatan yang akan dilaksanakan Kwarcab Pramuka OKU tidak bergantung dari pusat. Melainkan sumber dana menggunakan APBD OKU.
Agenda kegiatan ke depan di OKU, Tarmizi menceritakan, Kwarcab Pramuka OKU ditunjuk menjadi tuan rumah peringatan HUT Pramuka pada tahun 2018 se-Sumsel.
Meskipun pelaksanaan HUT pramuka Sumsel tahun 2018 masih lumayan lama, namun Tarmizi mengungkapkan, OKU sebagai tuan rumah sudah melakukan persiapan yang telah dimulai dari sekarang.
“HUT Pramuka diperingati setiap tanggal 14 Agustus, kita ditunjuk sebagai tuan rumah pada tahun 2018 kira-kira masih ada waktu satu tahun lagi, itu bukan waktu yang lama, untuk itu kita telah melakukan persiapan mulai dari menyusun dan memasukan anggaran pelaksaan dan lain sebagainya,” ungkapnya.
Selain menjadi Tuan Rumah HUT Pramuka Tahun 2018, pada Tahun 2019 lanjut Tarmizi OKU juga didaulat menjadi tuan rumah perkemahan Wirakarya.
“Pelaksanaanya sekitar bulan September atau Oktober 2019 mendatang, yang akan digelar di Bumi perkemahan OKU,” jelasnya.
“Kita harapkan ada perubahan dari pemerintah. Jangan sampai gara-gara satu orang dampaknya kepada organisasi pramuka,” kata Tarmizi seraya menyebut tak setuju dengan keputusan pemerintah yang membekukan dana.
“Tetapi informasi terakhir saya terima masih ingin meminta klarifikasi dari bapak Adhyaksa,” katanya. (wid)











