Peluang dan Tantangan Industri Media di Tengah Tatanan Kenormalan Baru: Inovatif dan Kreatif Perlu Hadapi Persaingan Bisnis Media

Peserta dan narasumber webnar 'Peluang dan Tantangan Industri Media di Tengah Tatanan Kenormalan Baru', melalui Zoom Meeting, Sabtu (18/7/2020).

Palembang, Sumselupdate.com-Lembaga Pers Mahasiswa Gelora Sriwijaya Universitas Sriwijaya (LPM GS Unsri) dengan Ikatan Alumni (IKA) LPM GS, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dan Komunitas Mobile Journalism (MOJO) Palembang menyelenggarakan Webinar Nasional dengan bertemakan ‘Peluang dan Tantangan Industri Media di Tengah Tatanan Kenormalan Baru’, melalui Zoom Meeting.

Webinar Nasional ini dimulai pukul 10.00 sampai 11.30 WIB, yang diikuti lebih dari 50 peserta dari berbagai kalangan.

Bacaan Lainnya

Webinar nasional ini mengadirkan empat narasumber yakni Andra Lesmana selaku Produser dan Presenter Berita Satu TV, Firdaus, Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Firdaus Komar, Ketua PWI Sumsel, dan Muzhar Apandi, Ketua MOJO Palembang.

Webinar ini berlangsung selama kurang lebih 1 jam 11 menit, dimana kesempatan pertama berbicara ialah Andra Lesmana selaku Produser dan Presenter Berita Satu TV yang menjelaskan, kita semua terkena dampak termasuk orang-orang yang ada di media.

Tantangan yang paling sulit adalah ketika harus mencari informasi langsung ke lapangan dimana dalam kondisi saat ini bisa saja tertular Covid-19, karena ada beberapa teman media yang juga terkena Covid-19.

Menurut dia, peluangnya lebih ke individu masing-masing ketika kita banyak bekerja di rumah justru media sosial seperti youtube dan instagram menjadi peluang pekerjaan baru dan tentunya harus ada ide kreatif dan inovatif.

Sementara Firdaus, Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) mengatakan, sesungguhnya ketika berbicara jurnalis dan bicara bisnis medianya terdapat plus minus.

Seperti media elektronik dan siber, biaya produksinya rendah tetapi pendapatan iklannya meningkat dan pemirsanya meningkat karena orang-orang beralih menggunakan televisi atau gadget.

Untuk media kita harus menjaga kualitas jurnalistik, karena media produknya adalah produk jurnalistik, di era new normal media online jadi primadona.
Ketika berbicara industri media bagaimana kita tidak meninggalkan pendoman bisnis media, dan mengombinasi media tradisioal ke teknologi, serta mengoptimlakan media sosial.

Sementara itu, bagaiman pengolaan media itu memanfaatkan kanal informasi dan menciptakan konten yang bisa memenehui kebutuhan publik atau lebih lengkap, pada saat kita punya peluang maka tantangannya kita harus bersaing dengan media lain.

Peserta ‘Peluang dan Tantangan Industri Media di Tengah Tatanan Kenormalan Baru’, melalui Zoom Meeting.

Hal ini dijelaskan Firdaus Komar, Ketua PWI Sumsel. Ia juga menambahkan kita harus bisa eksis dengan membuat konten yang menarik, apapun perubahannya atau apapun kanalnya media tetap dibutuhkan dengan mengacu pada pers sebagaia media informasi, pendidikan, hiburan, kontrol sosial dan lembaga ekonomi.

Selanjutnya, narasumber terakhir yakni Muzhar Apandi, Ketua Komunitas MOJO Palembang, mengatakan, MOJO diciptakan dengan dalil bahwa siapapun bisa menjadi seorang jurnalis.

Sebab di zaman yang semakin canggih ini untuk menjadi seorang jurnalis tidak harus memiliki kamera khusus, tetapi dengan menggunakan handphone pun sekarang kita sudah dapat merekam video dengan kualitas cukup memadai. Sehingga, proses reportasi pun dapat dilakukan dengan mudah.

Di Indonesia kasus Covid-19 ini sangat mengkhawatirkan. Maka dari itu segala bentuk aktivitas dipindahkan menjadi online, mau tidak mau media harus mampu membuat konten yang menarik dan juga menyediakan infromasi yang tentunya menggunakan data yang faktual.

Materi webnar ‘Peluang dan Tantangan Industri Media di Tengah Tatanan Kenormalan Baru’, melalui Zoom Meeting.

Kesimpulan dari Webinar Nasional yakni kuasai teknologi, konten yang berkualitas, wartawan akan tetap hidup, berfikir positif, amati tiru dan modifikasi, kualitas data biar tidak hoak dan uji kompetensi wartawan.

Saat media ini butuh banyak iklan tapi tidak hanya itu saja, dengan membuat event yang bisa memberikan informasi sekaligus promosi. Media sosial harus diikut sertakan atau digabungkan dengan media mainstream seperti koran, majalah, dan sebagainya.(rel)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.