Pelatihan Batik WPS Perkuat Program OVOP di Kudus, Jepara, dan Demak

Writer: - Minggu, 21 September 2025
Peserta pelatihan mencoba teknik batik menggunakan WPS (Ist)

Kudus, Sumselupdate.com — Kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Pelatihan Batik WPS (Wax Print Screen) Komunitas Kudus, Jepara, Demak sebagai Penguatan OVOP” sukses diselenggarakan pada Kamis (21/8). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Dr. Eko Haryanto, M.Ds., yang konsisten mendorong pengembangan kriya berbasis kearifan lokal sebagai bagian dari program One Village One Product (OVOP).

Acara pelatihan dibuka secara resmi oleh Sulis, perwakilan komunitas dari Jepara. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kolaborasi lintas daerah untuk memperkuat identitas batik sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal di pasar nasional maupun internasional.

Read More

Pelatihan ini juga menghadirkan narasumber ternama, Asep Septiawan dari Surakarta, yang dikenal luas sebagai praktisi dalam teknik batik kontemporer. Melalui materi dan praktik langsung, para peserta dari Kudus, Jepara, dan Demak diajak mengeksplorasi teknik WPS (Wax Print Screen) sebagai metode modern yang tetap menjaga nilai estetika tradisional.

Moderator. Dr. eko Haryanto, dan narasumber ternama, Asep Septiawan dari Surakarta (ist)

Menurut Dr. Eko Haryanto, penguatan OVOP melalui batik tidak hanya menekankan aspek ekonomi kreatif, tetapi juga pelestarian budaya. “Dengan teknik WPS, kita membuka peluang inovasi yang dapat memperluas pasar batik sekaligus memberikan nilai tambah bagi komunitas pengrajin,” jelasnya.

Para peserta terlihat antusias mengikuti sesi demi sesi, mulai dari pengenalan teknik dasar, , hingga diskusi strategi pemasaran. Diharapkan, kegiatan ini mampu memperkuat kapasitas komunitas pengrajin di tiga daerah tersebut dan menjadi langkah nyata dalam menjaga keberlanjutan industri batik berbasis lokalitas.

Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan dan diskusi yang muncul selama sesi. Beberapa di antaranya bahkan mengusulkan pengembangan motif khas daerah masing-masing agar bisa menjadi identitas sekaligus daya tarik dalam kerangka One Village One Product (OVOP).

Peserta tampak antusias mendengarkan materi dari narasumber (ist)

Peserta pelatihan mendapatkan kesempatan untuk mencoba langsung proses pembuatan motif dengan teknik print screen, mulai dari tahap desain pola, proses pelilinan, hingga pewarnaan. Metode ini dianggap mampu menjawab tantangan produksi batik masa kini yang membutuhkan kecepatan dan konsistensi tanpa menghilangkan nilai seni dan filosofi yang terkandung di dalamnya.

Pelatihan batik WPS ini menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara kampus, praktisi, dan komunitas dapat menghadirkan dampak positif yang berkelanjutan. Kampus berperan sebagai pusat ilmu pengetahuan dan inovasi yang memberikan landasan teoritis serta riset pengembangan. Praktisi menghadirkan pengalaman nyata dan keterampilan teknis yang relevan dengan kebutuhan industri kreatif. Sementara komunitas menjadi ruang implementasi sekaligus penjaga nilai-nilai tradisi agar tetap hidup dan berkembang.

Kolaborasi tiga elemen ini diharapkan mampu melahirkan ekosistem batik yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri lokal. Melalui pelatihan ini, Kudus, Jepara, dan Demak tidak hanya memperkuat identitas budaya melalui batik, tetapi juga membuka peluang ekonomi kreatif berbasis One Village One Product (OVOP) yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(rel)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts