Pasca Idul Adha, Harga Sembako di Palembang Belum Stabil, Ayam Turun Minyak Goreng Melonjak

Writer: - Selasa, 2 Juni 2026
Pasca lebaran Idul Adha, per tanggal 2 Juni 2026, harga ayam potong di pasar samping Polrestabes Palembang, turun menjadi 32 ribu. (Foto; Sumselupdate.com/Candra Budiman)

Palembang, Sumselupdate.com – Harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar tradisional Kota Palembang masih menunjukkan fluktuasi pasca Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Di tengah kenaikan beberapa komoditas, harga ayam potong justru mengalami penurunan.

Berdasarkan pantauan di Pasar Samping Polrestabes Palembang, Selasa (2/6/2026), harga ayam potong turun dari Rp35 ribu menjadi Rp32 ribu per kilogram. Penurunan ini terjadi setelah harga ayam sempat bertahan di angka Rp35 ribu per kilogram menjelang hingga sehari setelah Idul Adha.

Read More

Namun, turunnya harga ayam tidak diikuti oleh komoditas kebutuhan pokok lainnya. Harga minyak goreng kemasan merek Minyakita misalnya, kini mencapai Rp20 ribu per liter atau naik Rp3 ribu dibandingkan harga sebelumnya yang berada di kisaran Rp17 ribu per liter.

Pedagang sembako, Elis, mengatakan kenaikan harga minyak goreng telah berlangsung sejak pasca Idul Fitri dan hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda penurunan.

“Minyak goreng curah sebelumnya Rp18 ribu per kilogram, sekarang naik menjadi Rp22 ribu. Tepung tapioka juga naik dari Rp9 ribu menjadi Rp12 ribu per kilogram,” ujarnya.

Pasca lebaran Idul Adha, per tanggal 2 Juni 2026, harga ayam potong di pasar samping Polrestabes Palembang, turun menjadi 32 ribu. (Foto; Sumselupdate.com/Candra Budiman)

Sementara itu, harga telur ayam ras masih bertahan di angka Rp24 ribu per kilogram dan gula pasir Rp18 ribu per kilogram.

Menurut Elis, sejumlah merek beras juga mengalami kenaikan harga antara Rp2 ribu hingga Rp5 ribu per kemasan, tergantung jenis dan kualitasnya.

“Kalau beras hampir semua merek naik. Mungkin dipengaruhi beberapa faktor, mulai dari kondisi pasca lebaran hingga situasi global yang berdampak pada distribusi dan harga kebutuhan pokok,” katanya.

Di sisi lain, pedagang ayam potong, Yuni, mengungkapkan penurunan harga ayam terjadi karena pasokan yang mulai stabil setelah Idul Adha.

“Kemarin masih Rp35 ribu per kilogram, sekarang turun menjadi Rp32 ribu. Tapi karena harga kebutuhan pokok lainnya masih tinggi, pasar tetap sepi pembeli,” ungkapnya.

Para pedagang berharap harga kebutuhan pokok segera stabil agar daya beli masyarakat kembali meningkat dan aktivitas perdagangan di pasar tradisional dapat kembali bergairah.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts