Muaraenim, Sumselupdate.com – Enam hari pasca-Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah, harga sayur mayur khususnya di Kabupaten Muaraenim melambung.
Seperti di pasar pagi Muaraenim, Jumat (30/6/2017), kenaikan harga sayur mayur mencapai 50 persen sampai 100 persen.
Untuk daun kangkung cabut yang sebelumnya hanya Rp2.000/ikat, sudah naik menjadi Rp2.500 hingga 3.000/ikat.
Hal serupa terjadi pada daun lumai yang biasanya hanya Rp2.000/ikat, kini melonjak menjadi Rp4.000/ikat.
Wortel dari Rp8.000 naik menjadi Rp10.000/kg, kentang dari Rp8.000 /kg naik menjadi Rp12.000/kg.
Salah seorang pedagang bernama Mudin (45) salah mengaku, naiknya harga sayur mayur akibat distributor yang biasa memasok sayur-mayur masih belum melakukan aktivitas. Akibatnya, stok sayur mayur menjadi kosong.
Menurut dia, stok sayur mayur di pasar tradisional Kabupaten Muaraenim bukan hanya dari Semende, akan tetapi dari Kota Pagaralam dan Curup Bengkulu, Provinsi Bengkulu.
Dia yakin kondisi harga sayur mayur kembali normal setelah tujuh hari lebaran, sebab sejumlah distributor mulai memasok sayuran. (azw)











