PALI, Sumselupdate.com – Sebagian warga ibukota Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mengeluhkan krisis air bersih.
Bahkan, warga di sejumlah wilayah di PALI juga mengeluhkan air bersih tidak mengalir sejak satu bulan terakhir, ada juga yang baru lima hari tidak mengalir.
Seperti disampaikan Resti Amalia, warga Talang Subur, Kelurahan Talang Ubi Selatan, Kecamatan Talang Ubi. Di lingkungannya, air bersih telah satu bulan tidak mengalir. Untuk mengantisipasi hal itu, dirinya beserta warga yang lain, terpaksa membeli air tangki.
“Sebulan bisa lima tangki kami beli air bersir. Kami juga pernah mendatangi Kantor PDAM, tapi alasannya banyak pelanggan menggunakan mesin pompa air, sehingga tidak mengalir ke kami, karena air disedot. Itu alasan mereka. Tapi kan, kami yang jadi korban. Untuk itu, kami minta pemerintah segera ambil tindakan. Jangan sampai berlarut-larut,” ucapnya, Jumat (16/8/2019).
Berbeda halnya dengan Dwi Yuliani (33) seorang ibu rumah tangga warga Kelurahan Handayani Mulya. Ia menuturkan bahwa dirinya terpaksa membeli tiga galon per harinya dengan harga Rp15 ribu.
Hal ini lantaran kesulitannya untuk mendapatkan suplai air bersih. Karena PDAM sejak lima hari terakhir tak mengalir.
“Lima hari terakhir sempat mengalir, hanya saja tidak berlangsung lama, menyalanya sekitar 10-20 menit. Tentu tidak bisa untuk mencukupi kebutuhan air bersih. Bahkan untuk mengisi bak mandi saja tidak cukup,” jelas Dwi.
M Awan berkata bahwa dirinya terpaksa mengungsi ke rumah keluarganya di kawasan Komplek Pertamina Pendopo hanya sekedar untuk mandi. Bahkan, dirinya tak jarang membawa kedua putranya untuk mandi di sungai untuk mencuci serta mandi.
“Air PDAM sudah lama tak menyala. Kalaupun menyala tidak lama. Kami harap pihak terkait bisa memberikan solusi kekeringan serta kesulitan air bersih ini,” ungkapnya.
Menanggapi hal itu, Bupati PALI H Heri Amalindo mengaku dirinya juga sudah mendengar banyak keluhan dari masyarakat khusunya di Kecamatan Talang Ubi terkait kesulitannya air bersih.
Menurutnya, mengantisipasi kekeringan ini Pemerintah Kabupaten telah menyiapkan empat mobil tangki untuk disalurkan kepada masyarakat, khusunya di kawasan Pendopo Ibukota Kabupaten PALI.
“Kita siapkan empat mobil tangki dalam sehari, hanya saja memang pembagiannya tidak merata, misalnya yang depan dapat dan yang belakang tidak dapat. Artinya ini butuh koordinasi pembagian pendistribusian air minum ini,” ungkap Heri Amalindo. (adj)











