Masuk Kategori Daerah Rawan Karhutla, Gubernur Pantau Lewat Udara

Jumat, 16 Agustus 2019

 

Palembang, Sumselupdate.com – Pemerintah Provinsi Sumsel terus berupaya menekan terjadinya kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Mengingat dari tujuh provinsi yang berpotensi karhutla di Indonesia, kasus karhutla di Sumsel paling rendah.

Read More

Hal itu disampaikan Gubernur Sumsel H Herman Deru didampingi Kapolda Sumsel Irjen Pol Drs Firli, M.Si dan Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Irwan, S.IP, M.Hum di ruang VIP Bandara Sultan Mahmud Badarudin II Palembang, Jumat (16/8/2019).

“Saya bersama Forkopimda, pak Pangdam, pak Kapolda  mau meninjau langsung talang medak, Bayunglincir  yang kalau lewat jalan darat harus lewat Jambi dulu. Jangan sampai apinya tidak besar diisukan besar. Akan kita lihat langsung, termasuk kesiapan kita,” ucap Deru sesaat sebelum melakukan pemantauan titik api di wilayah Kecamatan Banyung Lincir, Kabupaten Muba melalui udara.

Terkait kasus karhutla yang terjadi, Herman Deru menambahkan, selama ini Sumsel merupakan salah satu provinsi yang berpotensi karhutla bersama dengan 6 provinsi lainnya di Indonesia. Namun sejauh ini lanjut dia, Sumsel merupakan yang paling minim karhutla dan hal tersebut terus akan dipertahankan.

“Makanya kita akan cek di Banyu Lincir dari titik koordinatnya ada lahan gambut yang terbakar. Informasinya masuk hutan kawasan yang dikelola oleh salah satu perusahaan, kita cek dululah,”  tegasnya.

Pemantauan karhutla dari udara yang dilakukan Gubernur dan Forkopimda kali menggunakan helikopter. Sedangkan Komandan Korem (Danrem) 044 Gapo Kolonel Arh Sonny Septiono, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel Iriansyah dan pejabat terkait lainnya melakukan pemantauan menggunakan pesawat Cessna Caravan 208 B PKP JP.

Setelah menunjau lokasi kebakaran hampir tiga jam, kemudian helikopter yang ditumpangi Gubernur, Kapolda dan Pangdam kembali mendarat di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang.

Menurut Gubernur, setelah dicek, lokasi karhutla berada di Kampung V, Desa Mura Medak, Kecamatan Banyung Lincir, Kabupaten Muba dan merupakan lahan kosong  yang berbatasan langsung dengan HTI. Pihak HTI Sinar Mas telah melakukan upaya dengan membuat sekat kanal.

“Pihak HTI Sinarmas telah membuat sekat kanal, excavatornya ada sembilan bekerja untuk membuat jarak sekat kanal menghalau api,” papar Herman Deru tanpa merinci seberapa luas lahan yang terbakar.

Dari informasi yang didapatnya dari pihak Polres setempat, tegas Herman Deru, setidaknya sudah sembilan orang yang diamankan yang diduga pelaku pembakaran.

“Tadi laporan pihak Polres ke Kapolda, saya dengar ada sembilan orang telah diamankan. Mereka ada dari pihak perusahaan dan ada juga dari masyarakat. Tapi yang jelas ini hutan kawasan yang dikelola PT HBL,” papar Herman Deru. (rel)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts