Palembang Siaga Banjir, Curah Hujan Ekstrem 300–400 Mm Ancam hingga Januari 2026

Writer: - Selasa, 16 Desember 2025
Ilustrasi. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa).

Palembang, Sumselupdate.com – Pemerintah Kota Palembang meningkatkan status kewaspadaan menghadapi ancaman cuaca ekstrem dan air pasang menyusul tingginya curah hujan pada Desember 2025. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), curah hujan di wilayah Palembang diperkirakan mencapai 300–400 milimeter.

“Berdasarkan data dari BMKG, curah hujan dan air pasang cukup tinggi, sehingga kewaspadaan kita tingkatkan,” ujar Wali Kota Palembang Ratu Dewa, Selasa (16/12/2025).

Read More

Sebagai langkah antisipasi, Wali Kota Palembang telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 57 Tahun 2025 tentang Antisipasi Bencana Hidrometeorologi. Surat edaran tersebut merujuk pada Surat Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan Nomor e.B/KL.01.00/141/KSS/XI/2025 tertanggal 27 November 2025 terkait rilis prediksi puncak musim hujan 2025/2026 di Provinsi Sumatera Selatan.

Dalam edaran itu disebutkan, berdasarkan data terbaru BMKG, aktivitas hujan lebat hingga sangat lebat berpotensi terjadi sepanjang Desember 2025 dengan intensitas 300–400 milimeter. Kondisi tersebut dinilai berisiko memicu banjir dan genangan di sejumlah wilayah rawan.

Pemerintah daerah diminta melakukan pemantauan aktif dan berkelanjutan terhadap kondisi wilayah masing-masing, khususnya daerah rawan banjir, bantaran sungai, serta titik-titik genangan air. Selain itu, seluruh perangkat daerah diinstruksikan berkoordinasi cepat dengan BPBD, TNI/Polri, Dinas PUPR, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Satpol PP, serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan jika terjadi potensi bencana.

Pemantauan cuaca secara real time juga diminta dilakukan dengan mengacu pada informasi resmi BMKG melalui laman www.bmkg.go.id, sekaligus menyosialisasikan peringatan dini kepada masyarakat.

“Mengimbau masyarakat agar tetap waspada, tidak membuang sampah ke saluran air, serta segera melapor apabila terdapat tanda-tanda bahaya,” kata Ratu Dewa.

Surat edaran tersebut juga menginstruksikan kesiapsiagaan aparat kecamatan, kelurahan, RT/RW, hingga relawan untuk membantu pemantauan dan evakuasi apabila diperlukan. Pemerintah daerah diminta melaporkan kondisi wilayah secara berkala, terutama saat intensitas hujan tinggi atau berpotensi menimbulkan bencana.

Sementara itu, Kepala BMKG Sumatera Selatan Wandayantolis membenarkan bahwa wilayah Sumsel, termasuk Palembang, saat ini tengah berada di puncak musim hujan yang diperkirakan berlangsung hingga Januari 2026.

“Hujan yang terjadi beberapa hari terakhir dipengaruhi oleh sebagian wilayah Sumsel yang telah memasuki musim hujan. Karena itu, peringatan dini dikeluarkan agar masyarakat dapat menyesuaikan rencana aktivitas dan melakukan antisipasi sejak dini,” jelasnya.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts