OPINI: Ragam Aksi Polisi, Reaksi Tanpa Solusi

Derry Pangestu Ramadhan

Oleh Derry PR

Akhir-akhir ini polisi jadi sorotan, semua mata memandang institusi kepolisian.

Bacaan Lainnya

Kasus demi kasus melanda lembaga kepolisian, dari pejabat atas hingga masyarakat bawah turut membicarakan.

Institusi polri harusnya menjadi yang terdepan patuh dalam peraturan, bukan malah memberikan contoh buruk melanggar kedisiplinan.

Tingkah buruk polisi makin kasat mata, melibatkan dari perwira, bintara hingga tamtama.

Katanya polisi adalah pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat. Nyatanya, polisi justru menjadi penyerang dan musuh rakyat hingga wafat.

Arogansi polisi makin menjadi-jadi, jiwa gagah-gagahan makin tak terkendali. Polisi hidup dari rakyat tapi justru malah mematikan rakyat.

Mulai dari polisi bunuh polisi, polisi main judi, polisi jual narkoba, polisi korupsi, polisi sebabkan polusi dan ragam aksi Polisi lainnya yang bikin kita hanya bisa mengelus dada berkali-kali.

Ragam Aksi Polisi terlalu bervariasi, reaksinya malah tidak menimbulkan solusi. Karena terlalu arogan, akibatnya banyak korban berjatuhan.

Citra polisi makin menurun silih berganti hingga kini, jargon presisi seolah tak mampu mencapai suksesi.

Sebagai pagar keamanan dan ketertiban masyarakat, sudah semestinya polisi jadi garda terdepan agar banyak orang bisa hidup selamat.

Tentu tidak semua polisi bertindak buruk, di sisi lain banyak juga yang baik namun tenggelam di tengah hiruk-pikuk.

PR besar bagi Kapolri untuk memperbaiki citra polisi, karena jika publik sudah tidak percaya polisi, lalu kemana lagi keamanan akan dicari?

Jika publik sudah terlanjur berkurang rasa kepercayaannya, kepada siapa mereka harus berlindung dari marabahaya?

Polisi berprestasi sungguh banyak, yang memberikan kontribusi dan dedikasi untuk negri. Polisi yang berintegritas juga tentu ada di sekeliling kita, yang menginspirasi dan menjadikan lembaga kepolisian berkualitas.

Maka, sudah saatnya Kapolri bersih-bersih.
Yang baik, diangkat pangkatnya dan diberikan promosi. Yang tidak baik, dimutasi bahkan dibasmi hingga tak ada lagi.

Kita percaya, masih banyak polisi baik yang nuraninya memang ada dan hadir untuk keselamatan warga.

Kita percaya, masih banyak polisi baik yang tidak mudah menawarkan damai saat ada razia.

Kita percaya, masih banyak polisi baik yang jika terjadi tawuran tak mudah langsung menembakkan gas air mata.

Kita percaya, masih banyak polisi baik yang tak mencari uang dengan cara memperjualbelikan narkoba.

Kita percaya, masih banyak polisi baik yang mau lantang bersuara demi kebaikan semua.

Kita percaya, masih banyak Hoegeng muda lainnya yang akan berdiri untuk keamanan negara.

Kita percaya, polisi kita, Polisi Indonesia adalah polisi terbaik yang benar-benar hadir untuk rakyat dan menjaga persatuan bangsa.

Terima kasih Polisi, teruslah bekerja untuk kehidupan, di berbagai kondisi.

Salam Cinta. (**)

Tentang Penulis

Derry Pangestu Ramadhan, seorang pemuda kelahiran Palembang, 1 Januari 2000 namun besar dan bertumbuh di Bumi Serasan Sekundang. Ia suka membaca, menulis dan menyenangi dunia fotografi. Derry adalah seorang aktivis sosial, pendidikan dan lingkungan yang mengabdikan dirinya untuk masyarakat.

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.