OJK Siapkan Reformasi Besar Pasar Modal, Free Float Naik hingga Transparansi Diperketat

Writer: - Senin, 2 Februari 2026
Dialog Pasar Modal di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, yang dihadiri pimpinan OJK, BEI, dan pemangku kepentingan lainnya, membahas percepatan reformasi pasar modal guna memperkuat transparansi dan kepercayaan investor. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Jakarta, Sumselupdate.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama pemerintah dan pelaku industri pasar modal menegaskan langkah percepatan reformasi pasar modal Indonesia melalui delapan rencana aksi strategis.

Reformasi ini ditujukan untuk memperkuat likuiditas, meningkatkan transparansi, serta menjaga dan meningkatkan kepercayaan investor, baik domestik maupun global.

Read More

Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan reformasi tersebut dirancang secara menyeluruh dengan mengacu pada praktik terbaik internasional serta memenuhi ekspektasi Global Index Provider.

Menurut Friderica, penguatan integritas pasar modal menjadi kunci agar pasar modal Indonesia semakin kredibel dan layak investasi, sekaligus mampu memberikan kontribusi optimal bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Delapan rencana aksi tersebut dibagi ke dalam empat klaster utama, yakni kebijakan free float, transparansi, tata kelola dan penegakan hukum, serta sinergitas antarlembaga.

Pada klaster kebijakan free float, OJK berencana menaikkan batas minimum kepemilikan saham publik emiten menjadi 15 persen dari ketentuan sebelumnya sebesar 7,5 persen. Kebijakan ini akan diterapkan secara bertahap. Untuk perusahaan yang baru melantai di bursa melalui IPO, ketentuan free float 15 persen akan langsung diberlakukan, sementara emiten lama diberikan masa penyesuaian.

Kebijakan tersebut bertujuan menyelaraskan standar pasar modal Indonesia dengan praktik global. OJK juga membuka ruang bagi emiten untuk meningkatkan free float melalui berbagai aksi korporasi, seperti right issue, HMETD, non-HMETD, serta program kepemilikan saham bagi karyawan dan manajemen.

Selain itu, OJK bersama pemerintah dan Self Regulatory Organization akan memperkuat peran investor institusi domestik sekaligus memperluas basis investor, termasuk menarik minat investor asing. Pemerintah juga menyatakan dukungan melalui penyesuaian batasan investasi di sektor asuransi dan dana pensiun dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian.

Pada klaster transparansi, OJK menaruh fokus pada penguatan keterbukaan informasi terkait ultimate beneficial owner atau UBO. Transparansi kepemilikan dan afiliasi pemegang saham dinilai penting untuk meningkatkan kepercayaan dan daya tarik pasar modal Indonesia.

Sementara itu, penguatan data kepemilikan saham menjadi bagian dari klaster berikutnya. OJK akan menginstruksikan SRO untuk menyajikan data kepemilikan saham yang lebih rinci dan andal, termasuk pengelompokan berdasarkan jenis investor. Data tersebut nantinya akan dipublikasikan melalui Bursa Efek Indonesia.

Klaster tata kelola dan penegakan hukum mencakup rencana demutualisasi Bursa Efek Indonesia sesuai amanat undang-undang, penguatan sanksi terhadap pelanggaran di pasar modal, serta peningkatan tata kelola emiten. OJK juga akan mendorong kewajiban pendidikan berkelanjutan bagi direksi, komisaris, dan komite audit, serta sertifikasi bagi penyusun laporan keuangan emiten.

Untuk klaster sinergitas, OJK akan memperkuat kerja sama dengan Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, dan pemangku kepentingan lainnya guna memperdalam pasar dan memperkuat peran pasar modal sebagai sumber pembiayaan jangka panjang. Kolaborasi berkelanjutan dengan seluruh stakeholder juga akan terus diperkuat.

Pejabat Sementara Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menegaskan bahwa kepercayaan investor menjadi fondasi utama dalam pengembangan pasar modal nasional. OJK, kata dia, akan terus hadir untuk melindungi investor dan memastikan pasar modal tumbuh sehat, berintegritas, dan berdaya saing.

Pelaksana Tugas Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik, menyatakan kesiapan BEI untuk meningkatkan transparansi dan keterbukaan informasi sesuai standar global guna menarik minat investor asing. Senada, Chief Executive Officer Danantara, Rosan Roeslani, menekankan pentingnya kualitas dan akuntabilitas bursa sebagai fondasi utama pasar modal Indonesia.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts