Pagaralam, Sumselupdate.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) memastikan ODP Center sudah bisa beroperasi.
Hal tersebut dikemukakan Juru Bicara (Jubir) Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Pagaralam yang juga menjabat sebagai Sekda Kota Pagaralam, Samsul Bahri Burlian usai mengikuti rapat tertutup dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pagaralam, Senin (27/4/2020).
Rapat tertutup yang digelar di ruang Sidang Paripurna DPRD Pagaralam yang membahas kesiapan Pemkot dalam pencegahan dan memutus mata rantai Covid-19, diikuti Ketua DPRD Pagaralam Jenny Shandiyah, Wakil Ketua I, Hj Dessy Siska, dan anggota dewan lainnya.
Menurut Samsul, ODP Center itu disediakan di dua tempat yaitu di Villa MTQ sebanyak sepuluh villa dan Villa Gunung Gare sebanyak delapan villa. Di mana dalam satu villa tiga kamar tidur.
Samsul mengatakan, ODP Center itu akan dijaga ketat anggota Sat Pol PP. Hal ini untuk memastikan agar orang dalam pemantauan (ODP) yang dikarantina itu taat dan tidak berkeliaran, sehingga memberikan rasa aman kepada masyarakat.
“ODP Center itu untuk orang yang berstatus ODP namun tidak kooperatif. Dalam arti kata sudah diberikan keleluasan untuk isolasi mandiri, namun tetap berkeliaran, sehingga ODP Center menjadi tempatnya,” tandas Samsul.
Ditambahkan Samsul lagi, di villa yang menjadi ODP Center, pemilik hanya menyiapkan tempat, sementara untuk fasilitas pendukung merupakan ranah dari Pemkot Pagaralam.
“Rencananya (ODP Center –red) akan kita resmikan besok, Selasa 28 April 2020,” ujar Samsul.
Sementara itu, Ketua DPRD Pagaralam Jenny Shandiyah didampingi Wakil Ketua I, Hj Dessy Siska berharap Pemkot Pagaralam segera mengoperasikan ODP Center, melihat sudah ada warga Pagaralam yang positif Covid-19 berdasarkan hasil rapid test.
Berkaitan digelarnya rapat tertutup hari ini yang mengundang tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Jenny mengatakan, membahas bagaimana kesiapan Pemkot Pagaralam memerangi virus Corona dan kesiapan ODP Center.
Dalam rapat itu juga menurut Jenny, dibahas perkembangan kesehatan petugas medis yang dinyatakan positif rapid test akibat terpapar oleh pasien yang berasal dari Kecamatan Jarai dan ditambah empat warga yang juga terpapar dan sedang diisolasi mandiri. (ric)











