Ngeri! Mie Basah Hingga Terasi Mengandung Boraks dan Formalin

Selasa, 14 Mei 2019

Baturaja, Sumselupdate.com – Beberapa makanan yang dijual pedagang di wilayah Baturaja. Kabupaten OKU masih ditemukan yang mengandung bahan berbahaya jika dikonsumsi.

Hal itu terbukti saat Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Palembang serta Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten OKU melakukan sidak di Pasar Atas dan Pasar Bedug Taman Kota Baturaja, Selasa (14/5/2019).

Read More

Kepala BBPOM Palembang Hardaningsih dibingcangi awak media mengatakan, pihaknya telah terlebih dahulu melakukan sidak di Pasar Atas/Pasar Lama Baturaja, “Hasil sidak hari ini, Kita menemukan beberapa jenis makanan yang mengandung zat berbahaya seperti Formalin, Rodamin dan Boraks,” kata Hardaningsih.

Disebutkan wanita berhijab ini, di Pasar Bedug ini pihaknya mengambil 37 sample makanan yang dijual oleh pedagang, sedangkan di Pasar Lama pihaknya mengambil 33 sample.

Setelah diuji, dari sample pasar Bedug pihaknya menemukan satu bahan makanan yakni mie basah positif mengandung formalin, sedangkan di Pasar Atas pihaknya menemukan lima makanan yang positif mengandung zat berbahaya.

“Kalau di Pasar Lama, dua makanan mie basah mengandung formalin, dua makanan memgandung rodamin yakni kerupuk ubi dan terasi dan satu bahan makanan mengandung boraks,” sebutnya.

Dikatakan Hardaningsih, makanan yang mengandung zat berbahaya langsung diambil petugas untuk dimusnahkan, adapun barang yang di amankan dari pedagang yakni berupa 26 Kg kerupuk ubi yang diambil dari beberapa pedagang pasar lama, 20 bungkus boraks dari salah seorang pedagang Pasar Lama, serta mie basah.

“Kita juga mensosialisasikan kepada para pedagang agar lebih selektif dalam penjualan,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala DKP OKU Supriyono membantah jika selama ini pihaknya lalai untuk memantau dan membina para pedagang. Disinggung penemuan hampir setiap tahun terjadi, dirinya mengatakan Secara periodik luar bulan ramadhan kegiatan ini memang rutin dilakukan.

“Sekalian kita mendampingi, memang sebelum bulan ramadhan kita sempat mengajukan surat meminta dijadwalkan melakukan pemeriksaan di OKU dan baru hari ini bisanya,” tuturnya.

Disinggung langkah apa yang akan dilakukan terkait temuan beberapa jenis makanan yang mengandung zat berbahaya di OKU, Supriyono mengatakan pihaknya akan terus memantau dan melakukan pembinaan terhadap pedagang.

Menurutnya sesuai program kampanye DKP yakni Makanan yang Beragam Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) pihaknya akan terus mensosialisasikan hal tersebut kepedagang, terutama dalam konteks makanan yang aman. “Yang jelas kita tidak kapok membina pedagang, terutama soal keamanan pangan,” tndasnya. (wid)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts