Muarabeliti, Sumselupdate.com – Sedikitnya 3.162 santri di wilayah Kabupaten Musi Rawas (Mura), Provinsi Sumatera Selatan berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dengan cara membaca tahfidz Alquran Juz 30.
Prestasi pemecahan rekor MURI yang dilakukan Pemkab Mura ini dilaksanakan di Masjid Agung Mura Darussalam, Agropolitan Center Pusat Perkantoran Pemkab Mura, Desa Muarabeliti Baru, Kecamatan Muaraebeliti, Kabupaten Mura, Kamis (20/6/2019), sekitar pukul 10.00.
Pemecahan rekor MURI tersebut ditandai dengan pemberian piagam/plakat pemecahan rekor MURI.
Kegiatan tersebut dihadiri, Triono Lutfi perwakilan dari Rekor MURI Indonesia, Bupati Mura, H Hendra Gunawan, Kakan Kemenag Kabupaten Mura, H Hermadi, Kabag Kesra, H Yusran Amri serta OPD dan para pelajar perwakilan dari 14 kecamatan Kabupaten Mura.
Perwakilan dari museum Rekor MURI, Triono Lutfi mengatakan, pada awalnya peserta yang ditargetkan berjumlah 3,000 peserta, tetapi ternyata melebihi dari target yakni berjumlah 3.162 peserta.
“Alhamdulillah, masuk dan memecahkan rekor MURI semua peserta dari pelajar di 14 kecamatan di Kabupaten Mura,” kata Triono Lutfi.
Dia mengucapkan selamat, terlebih lagi kegiatan ini merupakan salah satu program yang berslogan Sempurna.
Di mana pemkab Mura memberikan bimbingan kepada anak-anak dan pemuda dalam melaksanakan tahfiz Alquran Juz 30 hingga bisa berharga untuk Indonesia.
“Saya tegaskan, ini merupakan rekor Muri yang pertama kalinya dilakukan dan diraih,” jelasnya.
Sementara itu, Bupati Mura, H Hendra Gunawan mengucapkan terima kasih dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya dalam kegiatan tahfiz Juz 30.
Kegiatan ini merupakan program mewujudkan Mura Darusalam Sempurna, di mana slogan Sempurna ada kata Religi yang meliputi tiga item, di antaranya, item pertama memakmurkan masjid kedua cinta Alquran serta bersedekah.
“Insya Allah ini merupakan bekal keimanan kita, agar kita selalu dilindungi allah, jauh dari bencana cobaan, sekaigus membentengi anak-anak kita agar bahagia, sejahtera serta selamat di masa depan dan di akhirat kelak,” paparnya.
Sementara itu Kabag Kesra H Yusran Amri, mengatakan, peserta diundang dari tiap-tiap kecamatan, dari sekolah-sekolah. Jumlah anak-anak yang mengikuti tahfidz Al-Quran juz 30 sebanyak 3162 orang.
“Semua kecamatan mengirimkan wakilnya untuk mengikuti kegiatan ini,” pungkasnya.
Sebelumnya, kegiatan ini sempat terganggu lantaran jaringan listrik mendadak padam. Matinya jaringan listrik ini membuat santri/santriwati membubarkan diri keluar masjid.
Akibatnya pemecahan rekor MURI Tahfidz Alquran Juz 30 terhenti beberapa saat.
Padamnya listrik terjadi saat Kabag Kesra Pemkab Mura sekaligus Ketua Panitia Kegiatan M Yusran akan membacakan kata sambutan.
Peristiwa padamnya listrik ini terjadi, Kamis (20/6/2019) sekitar pukul 10. 33 WIB.
Selang beberapa menit listrik kembali menyala, saat itu Master of Ceremony (MC) memanggil santri dan santriwati untuk kembali ke tempat. Namun santri dan santriwati itu terlanjur membubarkan diri. (ain)











