Motif Pembunuhan Jukir yang Tewas Ditombak Ternyata Dilatar Belakangi Utang Narkoba

Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Anom didampingi Kapolsek IT II Kompol Mario dalam press realese penangkapan Doni, Rabu (12/8/2020).

Laporan Haris Widodo

Palembang, Sumselupdate.com – Motif pembunuhan yang menimpa Azhar alias Aang (45) yang tewas ditombak di dekat Jembatan Musi IV Palembang pada  Senin (10/7/2020) pukul 24.00 WIB, akhirnya terungkap.

Bacaan Lainnya

Kasus pembunuhan yang menyita perhatian publik ini ternyata berlatar belakang utang narkoba.

“Bukan kami yang menantang, tapi mereka yang menemui kami di jembatan. Kami punyo masalah dengan Kelvin (teman korban) karena ada utang shabu-shabu sebesar Rp500 ribu, tapi korban tidak senang kami tagih. Aku yang nombaknya,” ujar Doni (40) saat press realese penangkapan di Mapolsek Ilir Timur II, Palembang, Rabu (12/8/2020).

Dikatakannya, saat itu Kelvin tidak datang, akan tetapi korban datang bersama anaknya ke rumah mereka dan mengancam.

Lalu terjadi pekelahian. Setelah melakukan penusukkan keduanya kabur ke Kota Prabumulih dan berhasil diamankan di Polsek Prabumulih dan dibawa ke Polsek IT II Palembang.

Tersangka Doni.

 

Sementara itu, Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Anom didampingi Kapolsek Kompol Mario mengatakan, pelaku merupakan pelaku utama.

“Satu dari dua pelaku berhasil kita tangkap dan yang ini pelaku utamanya. Motifnya ini karena rekan korban Kelvin punya utang narkoba sebesar Rp500 ribu. Namun, korban merasa tidak senang temannya ditagih,” ujar Kombes Pol Anom.

Kemudian korban mendatangi pelaku dan terjadilah perkelahian. Kedua pelaku membawa senjata tombak dan celurit serta menyerang korban.

“Korban mengalami luka di bagian muka dan luka tusukan tombak di bagian pinggang,” jelas Anom.

Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Anom.

 

Anom mengimbau untuk satu pelaku yang belum tertangkap untuk dapat menyerahkan diri.

Anom juga mengimbau masyarakat jangan mudah terpancing emosi dan membawa senjata tajam.

Atas tindakannya tersebut pelaku terjerat pasal 388 dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.