Merasa Dicemarkan, SMAN 6 Palembang Bakal Laporkan Oknum LSM

Palembang, Sumselupdate.com – Setelah ramai dikabarkan melakukan pungutan liar dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA Negeri 6 Palembang oleh oknum lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Sriwijaya Coruption Whatch (SCW), pihak sekolah mengaku merasa dicemarkan nama baiknya.

Alhasil, pihak sekolah bakal melakukan upaha hukum agar tidak terjadi persepsi negatif di masyarakat. Hal ini disampaikan Sekretaris Komite SMA Negeri 6 Palembang, Riduansyah SH MH didampingi Kepala SMAN 6 Maryati.

Read More

Ia mengatakan, pihak komite bersama perangkat sekolah saat ini tengah mengumpulkan alat bukti bahwa tuduhan yang ditujukan kepada pihak sekolah tidak benar.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak Kepolisian.Persoalan ini harus diselesaikan ke ranah hukum karena sangat meresahkan dan mencoreng nama baik sekolah,” tegasnya, Kamis (19/7/2018).

Lanjutnya, saat ini pihak sekolah bersama Komite masih menunggu proses pengecekan dari Ombudsman terkait laporan yang ditujukan ke SMAN 6.

“Kalau sudah clear dan tidak ada fakta terhadap tuduhan itu, tentu oknum LSM tersebut harus mempertanggungjawabkan apa yang sudah mereka lakukan,” tegasnya.

Sebelumnya Sriwijaya Coruption Whatch (SCW) Sumsel menggelar aksi demo di Kantor Ombudsman Perwakilan Sumsel, Rabu (18/7). Mereka meminta Ombudsman Perwakilan Sumsel memanggil Kepala SMAN 6 terkait transparansi penerimaan Perserta Didik Baru tahun ajaran 2018.

Koordinator Aksi M Almi mengatakan, 320 orang yang diterima melalui jalur tes. Untuk jalur PMPA sebanyak 30 orang. Namun total siswa yang diterima totalnyo 400 orang.”Sisanya 50 orang itu tidak tidak jelas dari jalur apa masuk ke SMAN 6,” ujarnya.

Lebih lanjut Almi menjelaskan, siswa yang diterima di SMAN 6, orang tua siswa diminta uang bangunan Rp5.250.000, SPP Rp400 ribu perbulan dan uang seragam Rp1.550.000.

“Bahasa dari diknas itu uang iuran dan sumbangan. Tapi menurut kami itu pungli. Orang tua siswa berat membayarnya. Bahkan ada orang tua siswa yang meminjam uang dengan rentenir,” jelasnya. (sbw)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.