Mentan Targetkan Indonesia Ekspor Jeruk Keprok pada 2020

Malang, Sumselupdate.com – Kementerian Pertanian menargetkan Indonesia dapat mengekspor jeruk keprok ke mancanegara pada 2020. Sebab, jeruk keprok Indonesia hasil riset Balitbangtan tak kalah kualitasnya dengan jeruk impor dari Cina.

“Tahun ini Kementan bagikan sejuta bibit jeruk untuk rakyat, tahun depan kita tingkatkan bantuan bibit jeruk menjadi 2 juta pohon beserta dengan pupuknya,” kata Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaeman, Selasa (17/8/2018) saat  melaunching Bantuan Sejuta Benih Unggul Jeruk untuk Rakyat Gratis di KP Punten, Batu kepada Kepala Dinas Pertanian Kota Malang, Kota Batu, Kabupaten Trenggalek, dan Kabupaten Lumajang untuk diserahkan ke petani secara gratis.

Read More

Menurut Amran, penampilan jeruk keprok asli Malang itu kuning cerah sehingga menarik bagi konsumen terutama kalangan menengah ke atas. Rasanya juga manis dan segar.

“Ini jeruk andalan Indonesia yang telah menjuarai berbagai kontes jeruk nasional,” kata Amran.

Menurut Kepala Puslitbang Hortikultura, Badan Litbang Pertanian Dr Hardiyanto, KP Punten, telah menyiapkan bibit untuk bantuan petani juga dapat melayani permintaan bibit secara komersial.

“Saat ini permintaan bibit jeruk meningkat tajam seiring  tekad Kementan swasembada jeruk dan ekspor ke manca negara,” kata Hardiyanto.

Menurut Direktur Institut Agroekologi Indonesia (INAgri), Syahroni, SP, Indonesia memang sudah saatnya mengembalikan kejayaan jeruk nasional yang sempat ambruk akibat serangan virus CPVD pada 80-an hingga 90-an.

“Dulu kita jaya dengan jeruk garut, jeruk punten, dan jeruk medan. Sudah saatnya pasar kita kembali dikuasai jeruk lokal,” kata Syahroni.

Syahroni mengatakan, dengan teknologi modern penampilan jeruk lokal harus dipoles agar penampilannya tak kalah cantik dengan jeruk impor. “Soal rasa pasti tak kalah, tinggal poles di pascapanen,” ujarnya.

Sementara Kepala Balai Penelitian Jeruk Tropika (Balitjestro), Malang,  Dr Taufik Ratulo mengatakan jajarannya siap sediakan 1-juta bibit jeruk tahun ini dan 2-juta bibit jeruk tahun depan sesuai perintah Mentan. “Sesungguhnya sudah lama kita melayani permintaan bibit petani dari seluruh pelosok tanah air,” kata Taufik.

Taufik menambahkan,  perbanyakan bibit jeruk sangat sederhana. Kita semaikan batang jeruk yang toleran terhadap penyakit akar. Lalu setelah tumbuh, bibit disambung dengan stek varietas unggul sesuai permintaan pasar. Dengan cara ini maka tanaman jeruk tumbuh baik karena memiliki sistem perakaran yang kuat dan efektif menyerap unsur hara.

Selanjutnya, tanaman akan menghasilkan jeruk dengan produktivitas tinggi dan kualitas baik sesuai dengan stek yang disambungkan. (Shn)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.