Jakarta, Sumselupdate.com – Wakil Ketua I DPD RI Nono Sampono mengingatkan perlu adanya langkah antisipasi dan kebijakan terencana dan detail apabila bencana melanda Indonesia.
Untuk itu, ia meminta seluruh instansi pemerintah pusat dan daerah bersinergi mencegah dan meningkatkan penanganan bencana.
“Itu dapat dilakukan dengan pengendalian tata ruang berbasis risiko bencana dengan menyusun rencana darurat yang bisa dilaksanakan semua pihak,” ujar Nono di Jakarta, Selasa ( 6/4/2021).
Menurut Nono Sampono, kebijakan resiko bencana terintegrasi, harus segera dijalankan bersama. Sehingga tidak ada ego sektoral tiap daerah dalam penanganan bencana.
Dia menambahkan, saat ini Indonesia telah memiliki rencana induk penanggulangan bencana 2020-2024 melalui Perpres 87 Tahun 2020.
Rencana induk itu kata dia, harus bisa diturunkan dalam kebijakan serta perencanaan yang memperhatikan aspek kerawanan bencana.
Dikatakan, Indonesia termasuk ke dalam negara di dunia dengan risiko bencana tinggi. Bahkan, Indonesia masuk rangking tertinggi dalam daftar 35 negara paling berisiko bencana di dunia.
“Negara kita menduduki ranking tertinggi negara paling rawan bencana karena jumlah penduduk kita juga besar. Sehingga, risiko jumlah korban juga sangat besar,” kata Nono.
Total bencana alam di Tanah Air sepanjang tahun 2021 sudah mencapai 763 peristiwa. Dilansir dari update terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terhitung sejak Januari hingga 9 Maret 2021.
Jumlah kejadian bencana alam sepanjang triwulan pertama 2021, antara lain untuk bencana banjir 337, tanah longsor 144, peristiwa puting beliung 186, gelombang pasang dan abrasi 12, kebakaran hutan dan lahan 70 kasus, kekeringan 1 kasus, terakhir gempa bumi 13.
Sedangkan jumlah korban akibat dampak bencana alam beragam. Meninggal dunia sampai 275 jiwa. Dua belas orang dinyatakan hilang. Sedangkan menderita dan terpaksa mengungsi 3.814.586 jiwa. Untuk yang luka-luka 12.412 orang. (duk)











