Mendekati Musim Panen, Petani Kopi di Pagaralam Justru Kecewa, Ada Apa?

Rabu, 16 Maret 2022
Musim panen kopi di Kota Pagaralam, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) sebentar lagi akan dimulai. Namun hasil panen biji kopi di Pagaralam akan membuat petani kecewa, Rabu (16/3/2022).

Laporan: Novrico Saputra

Pagaralam, Sumselupdate.com – Musim panen kopi di Kota Pagaralam, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) sebentar lagi akan dimulai.

Read More

Namun kali ini hasil panen biji kopi di Pagaralam akan membuat petani kecewa. Pasalnya hasil panen dipastikan kurang jika dibandingkan tahun kemarin.

Hal ini disebabkan hampir semua kawasan di Kota Pagaralam beberapa bulan terakhir dilanda hujan es.

Hal ini membuat bunga dan biji kopi menjadi busuk dan runtuh. Fenomena runtuhnya bunga dan biji kopi saat ini sudah mulai terjadi, bahkan tak sedikit mulai mengering di atas pohon.

Hal ini membuat petani kopi kebingungan, pasalnya hal ini disebabkan oleh fenomena alam bukan karena kurang pupuk atau racun.

Kipli (60), salah satu petani kopi di Pagaralam mengatakan, jika tahun ini hasil panen kopi tidak memuaskan, sebab buahnya sedikit berkurang dibandingkan tahun lalu.

“Kurang tahun ini buahnya dek, banyak buah mudanya sudah runtuh dan busuk bahkan kering di pohon,” ujarnya.

Musim panen kopi di Kota Pagaralam, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) sebentar lagi akan dimulai. Namun hasil panen biji kopi di Pagaralam akan membuat petani kecewa, Rabu (16/3/2022).

Kurangnya hasil panen kopi menurut Kipli disebabkan sejumlah kawasan di Pagaralam dan sekitarnya beberapa bulan lalu dilanda hujan es.

“Jika kena hujan es pada saat kopi sedang berbunga maka dipastikan buahnya akan kurang. Karena akibat hujan es bunga kopi yang merupakan cikal bakal buah kopi menjadi busuk dan kering,” katanya.

Padahal saat ini harga jual biji kopi sedang membaik yaitu di atas Rp20 ribu per kilogram.

Petani berharap saat puncak panen, harga kopi tetap stabil agar para petani kopi sedikit terbantu meskipun buahnya kurang namun harganya bagus.

Kepala Dinas Pertanian Pagaralam Gunsono melalui Kabid Perkebunan Diki Herlambang membenarkan jika musim panen tahun ini buah kopi sedikit berkurang jika dibandingkan tahun lalu.

“Kurang bukan gagal panen. Hal ini disebabkan karena hujan es ditambah saat ini curah hujan masih tinggi di Pagaralam padahal harusnya sudah masuk musim kemarau,” jelasnya. (**)

 

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts