Masyarakat Buay Pemaca Berharap Program SIM Jemput Bola Kembali Diaktifkan

Rabu, 9 Juni 2021
Ilustrasi Pelayanan SIM Jemput Bola Kepada Masyarakat

Laporan: Alpian Patria Jaya

Muaradua, Sumselupdate.com – Masyarakat khususnya petani kopi di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan berharap Polres kembali mengaktifkan pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) jemput bola.

Read More

Jeky Zulkarnain (55), salah seorang warga di Desa Tanjung Jaya, Kecamatan Buay Pemaca sangat berharap Polres OKU Selatan untuk menjemput bola ke-desa-desa untuk pembuatan SIM.

“Kita berharap pembuatan SIM ke desa-desa kembali diaktifkan, apalagi saat ini sudah memasuki musim panen kopi, karena mayoritas masyarakat kita seperti di Buay Pemaca ini adalah petani tentu kalau sekedar turun ke Muaradua hanya untuk membuat SIM itu agak berat ditambah pula hasil panen kurang signifikan namun SIM ini sifatnya penting,” kata Jeki sapaan akrabnya, Selasa (8/6/2021).

“Jujur saja dengan penghasilan yang setahun sekali bagi petani kalau untuk sekedar membuat SIM apalagi kalau musim peceklik sangat berat, Jangankan untuk membuat SIM untuk bisa makan saja sudah bersyukur. Nah saat inilah waktunya bagi aparat untuk turun ke desa-desa di waktu masyarakat memasuki panen karena animo untuk membuat SIM sangatlah tinggi,” kata Jeki lagi.

Menurut Jeki, dengan kembali diaktifkannya program SIM jemput bola sampai ke desa-desa, sangat membantu masyarakat yang mayoritas berpenghasilan hanya setahun sekali.

“Pertama untuk menekan pengeluaran ongkos di jalan dan tentu juga memberi pemahaman kepada kami selaku masyarakat di pelosok pentingnya akan memiliki SIM serta memberi wawasan kepada kami selaku masyarakat cilik bagaimana hendaknya aturan atau mekanisme dalam berlalu lintas,” tambah Jeki yang memiliki darah  keturunan Aceh ini.

Terpisah, Kapolres OKU Selatan AKBP. Zulkarnain Harahap, SIK melalui Kasat Lantas Polres OKU Selatan Iptu Muriyanto saat dikunjungi Sumselupdate.com di ruang kerja mengapresiasi terkait permintaan masyarakat terhadap program SIM Jemput Bola.

“Saya berterima kasih kepada masyarakat, artinya kepedulian masyarakat akan pentingnya dokumen dalam berlalu lintas masih menjadi perhatian,” ujarnya.

“Sebenarnya program SIM Jemput Bola yang biasa kita sebut dengan Program SI JEMPOL di mana program ini adalah program unggulan dari Sat Lantas Polres OKU Selatan ini memang sudah ada sebelumnya. Namun memasuki pandemi Covid-19 program ini agak tersendat. Di samping kita menghindari kerumunan dan menekan penyebaran pandemi virus Corona,” kata Iptu Muriyanto.

Kendati demikian, menurut Iptu Muriyanto, tidak menutup kemungkinan, kalau memang permintaan masyarakat sangat tinggi, program SI Jempol akan kembali diaktifkan dengan memperhatikan protokol kesehatan.

“Dalam waktu secepatnya kami meminta kepada pemerintah desa setempat dalam hal ini kades  untuk menyampaikan surat kepada kami, Di mana surat ditujukan ke Kapolres Cq Satlantas Polres OKU Selatan, terkait permohonan tersebut,” ucapnya.

“Selain itu pula, kami meminta kepada pemerintah desa setempat untuk mendata terlebih dahulu seberapa banyak masyarakat di desa tersebut yang ingin membuat SIM, lebih baik lagi misal bekerja sama dengan pemerintah desa tetangga bekerja sama mendata masyarakatnya dan disampaikan kepada kami,” jelasnya.

Artinya kata Iptu Muriyanto, misal dalam suatu daerah jika desanya bertetangga tidak terlalu jauh dengan desa yang lain misal ada tiga atau sampai lima desa berdekatan itu lebih bagus.

“Jadi harapan kita dalam program SIM jemput bola dalam kita menyampaikan pemahaman dalam berlalu lintas dan kepemilikan SIM hasilnya memuaskan,” kata Iptu Muriyanto. (**)

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts