PALI, Sumselupdate.com – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), dr. Hj Eni Zatila, MKM, menghimbau kepada warga Bumi Serepat Serasan agar jeli membeli dan mengonsumsi makanan terutama di saat bulan Ramadhan seperti sekarang.
“Pada saat buka, usahakan minum air hangat terlebih dahulu. Dengan begitu, tubuh kita tidak akan terkejut karena seharian berpuasa,” kata dr. Eni.
Lebih lanjut, mantan Dirut RSUD Talang Ubi ini juga menghimbau agar terhindar dari bahan formalin, rhodamin dan bahan kimia lainnya yang mengganggu kesehatan tubuh manusia.
Ia juga mengatakan, ciri-ciri makanan diberi formalin dan bahan kimia berbahaya bagi kesehatan, ialah makanan tersebut lebih kenyal dari yang lainnya serta warna terlalu mencolok.
“Makanan yang mengandung formalin konsensinya lebih kenyal, jika mie kuning, tahu, bakso dan lainnya lebih kenyal itu patut dicuringai adanya mengandung formalin,” kata dia.
Namun, dr. Eni Zatila memastikan jika makan-makanan dari Bumi Serapat Serasan sudah aman dari formalin.
“Alhamdulillah produk-produk lokal (makan lokal-red) di wilayah Talang Ubi sudah pernah kita cek hasilnya negatif formalin. Tetapi tidak tahu kalau makanan itu bersumber dari luar PALI. Seperti mie kuning, tahu kalau dari Talang Ubi itu aman, tapi tahu dan mie kuning yang datang dari luar PALI ada yang positif mengandung formalin,” ujarnya.
dr. Eni juga menyarankan agar konsumen jangan terlena dengan makanan berwarna yang terlalu mencolok karena mengandung Rhodamin. (Bahan kimia pewarna dasar yang digunakan tekstil dan kertas-red).
“Jangan beli makanan yang mencolok, karena, kalau mengandung Rhodamin, terutama warna merah sering digunakan. Biasa pewarna alami tidak mencolok, tapi kalau warna merah atau Pink hati-hati karena biasa mengandung pewarna (buatan-red),” jelas Eni. (adj)











