LJUN di Provinsi Sumsel Cukup

Kepala Dinas Pendidikan Sumsel, Drs Widodo, MPd

Palembang, Sumselupdate.com – Dinas Pendidikan Sumsel memastikan jumlah soal dan Lembar Jawaban Ujian Nasional (LJUN) untuk 17 kabupaten/kota cukup. Pasalnya, informasi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Sumsel salah satu wilayah yang terjadi kekurangan distribusi dari pihak percetakan.

Kepala Dinas Pendidikan Sumsel, Drs Widodo, MPd menegaskan, hasil kroscek pihak percetakan dan Disdik Sumsel bahwa jumlah koli soal dan LJUN di Sumsel cukup. “Tidak ada yang kurang, semua Kabupaten/Kota kami pastikan cukup,” katanya, Selasa (29/3).

Dikatakan, data Kemendikbud mengalami ketidakcocokan dengan pihak percetakan sehingga jumlah koli soal UN di Sumsel dinilai mengalami kekurangan. “Sudah kami kroscek dan pastikan soal dan LJUN tidak ada masalah,” urainya.

Lanjutnya, pihaknya sudah mengantisipasi terkait akan terjadi kekurangan soal dan LJUN. “Setiap Kabupaten/Kota diberikan distribusi lebih, ini salah satu upaya untuk mengantisipasi kekurangan soal,” terangnya.

Dijelaskan, untuk di Sumsel total koli soal dan LJUN ada sebanyak 1.956 koli yang diperuntukkan 17 kabupaten/kota di Sumsel.

“Tanggal 31 Maret semua soal dan LJUN ini kita distribusikan ke 16 Kabupaten/Kota, dan khusus di Palembang akan didistribusikan pada 2 April,” kata Widodo.

Ia menambahkan, distribusi soal dan LJUN akan melalui tujuh rute yang nantinya mendapatkan pengawalan ketat dari pihak Kepolisian. “Rute 1 OKI, OI. Rute 2 OKU, OKUT, OKUS. Rute 3 Prabumulih, PALI. Rute 4, Muara Enim, Lahat, Pagaralam. Rute 5, Banyuasin, Muba, Lubuk Linggau. Rute 6, Mura, Empat Lawang, Muratara. Rute 7, Palembang,” jelas Widodo.

Diketahui, untuk di Sumsel pelaksanaan UN SMA akan diikuti sebanyak 67.704 peserta dari jenjang SMA/MA, 16.653 siswa SMK, dan paket C 6.700 peserta. Untuk pelaksana Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun ini di Sumsel akan diikuti sebanyak 81 SMA/SMK.

Terpisah, Kepala Bidang SMP/SMA/SMK Disdikpora Palembang, Drs Lukman Haris MSi mengatakan, siswa dan orangtua untuk tidak mempercayai tawaran bocoran soal UN. “Pembuatan soal sampai distribusi soal pengawasan dan pengawalannya sangat ketat, jadi tidak mungkinlah ada bocoran,” kata Lukman.

Terlebih, sekolah yang menyelenggarakan UNBK, soal yang akan dikerjakan siswa baru diketahui pada saat siswa akan mengerjakan soal. “Soal UNBK baru dikirim lewat internet malam hari sebelum penyelenggaraan UN. Jadi sangat sedikit kemungkinan adanya jual beli kunci jawaban,” urainya.

Tercatat di Kota Palembang ada sebanyak 24.829 siswa SMA/SMK/MA yang mengikuti pelaksanaan UN dan sebanyak 118 SMA, 66 SMK, dan 17 MA yang menyelenggarakan UN. “Komitmen kami tahun ini meningkatkan penilaian integritas pelaksanaan UN,” bebernya.

Sementara itu, Kasubdit III Intelkam Polda Sumsel, AKBP Harno mengatakan pihak Polda Sumsel akan melakukan pengawalan ketat saat distribusi ke 17 Kabupaten/Kota. “Untuk pengamanan sangat diperketat, jumlah personil tidak kami batasi,” tegasnya.

Ditambahkan, pengamanan Polda Sumsel akan menyisir hingga proses distribusi sampai ke sub rayon. “Intinya pengamanan akan dilakukan berlapis, ini juga mencegah supaya tidak ada yang melakukan tindakan melanggar aturan,” pungkasnya. (erk)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.