Palembang, Sumselupdate.com – Saat umat muslim sedang menjalankan ibadah puasa para pelaku kejahatan tetap melancarkan aksinya. Kali ini korbannya adalah lima siswi SMK Bakti Persada yang harus kehilangan sejumlah barang berharga.
Kelima siswi tersebut yakni Nisa Venesa (16) yang kehilangan satu suku kalung emas dan cincin emas satu gram dan satu unit ponsel, Meliana (16) kehilangan ponsel dan satu unit sepeda motor Honda Beat.
Kemudian Nyayu Melani (16) kehilangan satu unit ponsel, Dwi Iswahyudi (15) kehilangan satu unit sepeda motor Yamaha Mio Sporty dan ponsel serta Wiwin Oktaviani (16) kehilangan satu unit ponsel.
Kepada petugas SPKT Polresta Palembang, Nisa menuturkan, kejadian bermula usai mereka mengikuti Ujian Akhir Sekolah (UAS) dan tidak langsung pulang ke sekolah melainkan jalan-jalan ke Danau OPI Jakabaring.
Lagi bersantai disana tiba-tiba mereka didatangi seorang laki-laki bertanya apakah di daerah tersebut ada pesantren dijawab salah seorang siswi tidak ada. Belum usai berbicara, datang lagi seorang laki-laki mengaku anggota polisi ikut bertanya apa tujuan laki-laki yang pertama tersebut mencari pesantren.
“Sepertinya mereka terlihat sudah begitu akrab hingga akhirnya pria yang duluan datang tadi mengeluarkan sebuah benda dari kantong celana dan berbicara pelan kepada pria yang satunya,” ujar Nisa bersama empat temannya.
Lalu, pria tersebut mengaku dirinya datang dari Yogyakarta dengan tujuan ke Padang namun di Palembang kakeknya sakit dan kini tengah dirawat di RSUD Bari dan meminta kepada pria yang mengaku polisi itu meminjam uang untuk biaya pengobatan kakeknya.
Entah bagaimana hingga akhirnya pria pertama menyebut barang yang ada di tangannya ini jika dijual bisa laku sekitar Rp100 juta namun dia cuma butuh Rp35 juta buat biaya perawatan kakeknya. Pria yang mengaku polisi itupun menyanggupi membayar barang tersebut tapi ditolak dengan dalih sudah lebih dulu bertemu kelima siswi yang dijanjikan bakal menerima uang Rp15 juta.
“Entah bagaimana akhirnya kami menyerahkan motor, HP dan perhiasan emas. Dan dua orang kawan kami Dwi dan Meli ikut mereka buat ngambil uang di RSUD Bari, tapi justru mereka meninggalkan kedua teman kami disana dan kami tersadar telah ditipu saat mendengarkan suara azan,” jelasnya.
Sementara itu, Kasubag Humas Polresta Palembang AKP Andi Haryadi membenarkan pihaknya telah menerima laporan korban dan akan segera ditindaklanjuti. (tra)










