Lihat Langsung Orangtuanya Dibantai, Anak Pasutri di Desa Bunglai OKU Trauma dan Menyendiri

Tim psikologi anak dari Kabupaten OKU yang dipimpin Rasid melakukan pemantauan secara berkala terhadap Clara (17) dan Chika Aulia Putri (8) yang merupakan anak dari pasutri yang tewas dibantai oleh Otori Efendi satu minggu lalu, Kamis (2/12/2021).

Laporan: Armiziwadi

Baturaja, Sumselupdate.com – Satu minggu pasca-terbunuhnya lima warga Kampung I, Desa Bunglai, Kecamatan Kedaton Peninjauan Raya, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), meninggalkan duka sangat mendalam buat keluarganya.

Read More

Tak terkecuali anak dari pasangan suami istri (pasutri) Endang (40) dan Erni (35) yang menjadi korban pembantaian yang dilakukan secara keji oleh Otori Efendi (25), warga Kampung III, Desa Bunglai, Kecamatan Kedaton Peninjauan Raya, OKU pada Jumat (26/11/2021) petang lalu.

Anak dari mediang pasutri itu yakni Clara (17) dan Chika  Aulia Putri (8) mengalami trauma berat, depresi, dan ingin menyendiri pasca-orangtunya meninggalkan mereka untuk selama-lamanya.

Kapolsek Peninjauan AKP Indra Wilis didampingi Rasid dari Dinas Sosial OKU mengatakan, pihaknya menjadi tim pemantau psikologi anak korban tindak pidana penganiayaan berat yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Menurut Kapolsek, Clara dan Chika Aulia Putri sering berdiam diri di dalam rumah lantaran Clara melihat secara langsung kejadian penganiayaan yang menyebabkan kedua orangtuanya meninggal dunia secara tragis.

“Clara masih trauma dan belum mau beradaptasi dengan warga sekitar,” kata Kapolsek.

AKP Indra Wilis mengatakan, tim psikologi anak dari Kabupaten OKU yang dipimpin Rasid akan melakukan pemantauan secara berkala terhadap kedua anak korban.

Mengenai perkembangan situasi di Desa Bunglai masih dalam keadaan aman dan kondusif.

“Hingga kini belum ada gejolak baik dari warga maupun keluarga para korban untuk melakukan aksi balasan terhadap keluarga pelaku,” ujar Kapolsek.

Sebagaimana diketahui pasutri Endang (40) dan Erni (35) merupakan dua dari lima korban aksi pembunuhan yang dilakukan Otori Efendi.

Jenazah salah satu korban pembunuhan Otori Efendi.

Endang meninggal dunia dengan mengalami luka tusuk di bagian rahang bawah kanan panjang dua sentimeter, lebar 0,5 sentimeter dengan kedalaman satu sentimeter, luka lecet di alis kanan panjang satu sentimeter, lebar 0,5 sentimeter, luka tusuk bagian dada panjang 8,5 sentimeter, lebar 2,5 sentimeter kedalaman 2,5 sentimeter, luka tusuk lengan bawah kiri panjang empat sentimeter, lebar satu sentimeter, kedalaman dua sentimeter, luka tusuk di lutut bawah panjang enam sentimeter, lebar dua sentimeter dengan kedalaman satu sentimeter.

Sedangkan istri Erni menemui ajal setelah mengalami luka tusuk di lengan kanan atas panjang lima sentimeter, lebar dua sentimeter, luka tusuk pinggang kanan panjang dua sentimeter, lebar satu sentimeter.

Luka robek jari kanan panjang satu sentimeter, lebar 0,5 sentimeter, luka tusuk di bokong kiri panjang satu sentimeter, lebar 0,5 sentimeter, luka robek di bagian pinggang kanan bawah panjang 2,5 sentimeter, lebar satu sentimeter.

Sedangkan korban ketiga Sari (45), warga Kampung I, Desa Bunglai, Kecamatan Peninjauan, OKU, tewas dengan luka robek melingkar di bagian leher sepanjang 13 sentimeter lebar dua sentimeter dengan kedalaman 10 sentimeter.

Selain itu Sari mengalami luka tusuk di bagian perut sebelah kanan panjang dua sentimeter lebar dua sentimeter dengan kedalaman empat sentimeter, luka tusuk pada tangan atas panjang 4,5 sentimeter dengan lebar tiga sentimeter, kedalaman tiga sentimeter, luka tusuk bahu kiri atas panjang 5,5 sentimeter dengan lebar dua sentimeter dengan kedalaman dua sentimeter, luka tusuk pergelangan kanan bagian dalam panjang lima sentimeter dengan lebar 1,5 sentimeter dengan kedalaman empat sentimeter.

Luka tusuk di bagian ketiak atas kiri panjang tiga sentimeter, lebar 1,2 sentimeter dengan kedalaman dua sentimeter, luka tusuk terbuka bagian leher belakang panjang enam sentimeter, lebar dua sentimeter dengan, kedalaman sepuluh sentimeter serta luka tusuk ketiak bawah panjang dua sentimeter dengan lebar 0,5 sentimeter dan kedalaman tiga sentimeter.

Korban keempat Ikrom (43) meregang nyawa dengan mengalami luka tusuk di bagian perut sebelah kanan dengan panjang tiga sentimeter, lebar 1,5 sentimeter dengan kedalaman 4,5 sentimeter.

Sedangkan korban kelima Hendri Jaya (33) meninggal dunia dengan menderita luka tusuk di bagian perut bagian atas sebelah kiri panjang tujuh sentimeter, lebar tiga sentimeter dengan kedalaman 15 sentimeter.

Kapolres OKU AKBP Danu Agus Purnomo, SIK melalui Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Humas) Polres OKU AKP Mardi Nursal mengatakan, jika pelaku Otori Efendi sudah  hampir satu tahun lebih tidak pernah keluar dari rumahnya. Diduga kuat jika pelaku mengalami gangguan kejiwaan.

Peristiwa ini menurut AKP Mardi Nursal berawal pada Kamis (25/11/2021) sekitar pukul 21.00 WIB, pelaku yang tengah berada di rumah saudaranya bernama Sunar di Kampung I, Desa Bunglai melakukan pemukulan terhadap warga Suhadirman (53), warga Kota Bumi Lampung yang berdomisili Kampung III, Desa Bunglai.

Usai kejadian itu, keesokan harinya pada Jumat (26/11) sekitar pukul 16.30 WIB, pelaku menggunakan baju warna hitam yang mengendarai sepeda motor Honda CBR warna hitam Nopol  B-6566-VMU berhenti dan makan siomai bersama korban Hendri Jaya.

Saat itu entah kenapa pelaku langsung melakukan penusukan terhadap Hendri Jaya. Usai menghabisi nyawa Hendri Jaya, pelaku mengarahkan senjata tajamnya kepada Ikhrom yang sedang melintas menggunakan sepeda motor.

Ketika itu Ikrom berhenti setelah melihat keributan, lalu pelaku melakukan penusukan kembali kepada Ikhrom.

Setelah itu pelaku langsung menuju ke sumur dan ketemu korban ketiga yakni  Erni yang sedang mengambil air dan kembali senjata tajam pelaku mengoyak dan menghabisi nyawa korban ketiganya itu.

Pelaku Otori Efendi saat diamankan usai menghabisi lima warga Kampung I, Desa Bunglai, Kecamatan Peninjauan, OKU, Sumsel, Jumat (26/11/2021).

Peristiwa pembunuhan Erni ini membuat suaminya Endang keluar rumah. Tak mengambil waktu panjang, pelaku melakukan penusukan kembali terhadap Endang.

Usai menghabisi Endang, pelaku bertemu dengan korban  kelima bernama Sari yang keluar rumah dikarenakan mendengar keributan.

Pelaku kemudian merangkul korban Sari dan secepat kilat langsung melakukan penusukan dan menggorok leher Sari.

Setelah kejadian tersebut pelaku kembali ke rumahnya mengendarai sepeda motor.

AKP Mardi Nursal mengatakan, pasca-kejadian Otori Efendi telah diamankan di Mapolres OKU untuk dilakukan pemeriksaan. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.