LGPL Ajak Masyarakat PALI Jaga Lingkungan

Selasa, 8 November 2016

PALI, Sumselupdate.com – Untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga
lingkungan, sejumlah tokoh pemuda dan masyarakat Kabupaten PALI membentuk Lembaga Gerakan Peduli Lingkungan (LGPL), Selasa (8/11/2016).

Dalam acara yang digelar di balai serbaguna Desa Babat, Kecamatan Penukal, Kabupaten PALI tersebut juga sekaligus dilaksanakannya Musyawarah I LGPL dan secara aklamasi, Edi Soeprianto Oemar SH terpilih menjadi Ketua LGPL
dengan dibantu Sekretaris dan Bendahara diamanahkan kepada Suandi dan Subakti.

Kepada sejumlah media, Edi menuturkan bahwa dibentuknya LGPL itu bertujuan
untuk memberikan edukasi kepada masyarakat PALI untuk menjaga lingkungannya.

Karena, menurut Edi kondisi lingkungan khususnya di kabupaten PALI sudah
semakin tercemar, dan dalam kategori parah. “Kita bisa saksikan sampah-sampah di PALI sudah menggunung.
Bahkan, kalau kita cermati di PALI ini kekurangan Tempat Pembuangan Akhir
(TPA). Pemerintah dalam hal ini kurang mempersiapkan TPA ketika sampah warga  diangkut,” tutur Edi.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten PALI ini
juga menjelaskan salah satu cara yang efektif yang harus dilakukan yaitu memberikan edukasi sehingga menyadarkan masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan.

“Ini bukan hanya masalah pemerintah, tapi kita bersama. Tinggal bagaimana
kita konsisten mengajak masyarakat untuk menjaga lingkungannya, minimal
lingkungan di rumahnya sendiri. Tidak hanya itu, kita juga bisa maksimalkan
sampah yang bisa didaur ulang untuk diolah sehingga bisa bernilai ekonomis
yang tinggi,” tambahnya.

Terpisah, Sri Fajar Yanti, Kepala Bidang Lingkungan Hidup dari Dinas
Pertambangan Energi dan Lingkungan Hidup (Distamben LH) kabupaten PALI yang turut hadir dalam Musyawarah I LGPL itu berharap dengan terbentuknya LGPL di Kabupaten PALI, setidaknya bisa menjadi mitra pemerintah dalam melakukan pengawasan aktivitas manusia dalam mengelola lingkungan.

Diakuinya, untuk di kabupaten PALI sendiri permasalahan lingkungan banyak
disebabkan sampah-sampah.

“Kemudian, ini yang harus diubah yaitu pola perendaman karet di sungai yang
dilakukan masyarakat jelas mencemari sungai tersebut. Untuk itu, diharapkan
lembaga ini bisa membantu pemerintah dalam memberikan edukasi serta arahan
kepada masyarakat,” tutupnya.

Sebelumnya, Andre Yasandi ketua panitia pelaksana kegiatan mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang turut menyukseskan acara itu. Diakhir sambutannya, Andre juga berpesan untuk bersama menjaga lingkungan alam.

“Alam merupakan warisan yang harus kita jaga. Maka, yang menjaga dan melindungi alam adalah kita bersama,” tutupnya. (adj)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts