Muarabeliti, Sumselupdate.com – Sebanyak delapan dosen Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sriwijaya (Unsri) melaksanakan tri darma perguruan tinggi berupa Pengabdian kepada Masyarakat (PkM).
Kegiatan PkM mengusung tema ‘Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Alat Permainan Edukatif Pengenalan Literasi untuk Meningkatkan Kreativitas Guru PAUD di Kabupaten Musi Rawas Utara’ dipusatkan di Gedung Aula SMP Negeri 1 Muara Rupit, Kabupaten Muratara, Senin (15/8/2022).

Kegiatan PkM ini diketuai Dra Rukiyah, MPd dengan anggota Taruni Suningsih, SPd, MPd, Dr Windi Dwi Andika, MPd, Prof Dr Sri Sumarni, MPd, Sary Silvhiany, MPd, MA, PhD, Dr Masagus, Mhd, Tibrani, SPd, MSi, dan Dara Zulaiha, MPd serta para mahasiswa.
Pembukaan PkM yang digelar secara hybrid dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan I Bidang Akademik FKIP Unsri Dr Ismet, SPd, MSi secara daring.
Untuk pembukaan yang digelar secara offline dihadiri Plt Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Muratara Zazili, SSos beserta jajarannya.
Pada kesempatan itu, Ketua PkM Dra Rukiyah, MPd menjelaskan guru seyogianya dikatakan berhasil jika mampu memenuhi tugasnya secara profesional dalam bidangnya. Tak terkecuali guru PAUD yang menjadi ujung tombak pendidikan.
Dikatakannya, pada praktiknya dalam mengenalkan literasi banyak ditemui ketidakpahaman guru tentang literasi.
“Para guru memahami literasi hanya sebatas mengajarkan membaca, menulis, dan berhitung (calistung) tanpa menyesuaikan dengan tahapan perkembangan anak usia dini. Hal tersebut dapat berakibat fatal bagi kehidupan anak kelak, ketika calistung diajarkan tanpa memperhatikan tahapan perkembangan,” ujarnya.
Berdasarkan kasus tersebut, guru dituntut kreatif dalam menyediakan media pembelajaran berupa alat permainan yang diyakini dapat mendukung kemampuan literasi anak.
“Alat Permainan Edukatif (APE) banyak sekali manfaatnya, selain sebagai sarana guru dalam menyampaikan materi, juga dapat memenuhi kebutuhan psikologis anak, yakni dengan memberi kesempatan dan kebebasan anak untuk mengeksplorasi apa yang ia temukan dari suatu alat permainan yang dirancang oleh guru,” ujar Rukiyah.
Di tempat yang sama, salah seorang anggota PkM Prof Dr Sri Sumarni, MPd mengatakan latar belakang mengambil tema ‘Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Alat Permainan Edukatif Pengenalan Literasi untuk Meningkatkan Kreativitas Guru PAUD di Kabupaten Muratara’ didasarkan oleh fakta kondisi yang sesungguhnya di Indonesia saat ini.
“Jika dilihat dari data PISA (2018) silam, begitu memprihatinkan kondisi kompetensi di Indonesia saat ini. Membaca berada pada peringkat ke-72 dari sebanyak 77 negara. Oleh sebab itu kami berinisiatif menindaklanjuti permasalahan ini di bidang PAUD,” kata Sri Sumarni.
Dr Masagus, Mhd menambahkan dengan bekal ide, pengalaman, dan keyakinan yang dimiliki oleh seseorang, dapat mendorong munculnya suatu ide baru, ini disebut dengan kreativitas.
“Ada lima aspek yang menjadi indikator dalam mengukur kemampuan berpikir kreatif seseorang, yaitu Fluency, Flexibility, Originality, Elaboration, dan Metaphorical Thinking,” imbuh Masagus.
Dr Windi Dwi Andika, MPd dan Sary Silvhiany, MPd, MA sama-sama sepakat bahwa pentingnya mengajak para guru PAUD khususnya bagi guru PAUD di Kabupaten Muratara, dengan harapan agar para guru dapat termotivasi untuk mengembangkan ide kreatifnya dalam mengajar sekaligus memperoleh informasi tentang pentingnya literasi untuk dikembangkan sejak dini dengan tetap memperhatikan prinsip belajar anak usia dini.
Pada akhir sesi, Taruni Suningsih, SPd, MPd selaku moderator memberi arahan terhadap guru-guru untuk mengerjakan soal pre–test dan post–test beserta pembuatan alat permainan edukatif untuk mengenalkan literasi pada anak yang dibantu oleh Dara dan delapan orang mahasiswa, di antaranya; Rizki Barokah, Anjeli Ulandari, Sy. Ummu Haninah, Iga Sulistri, Dwi Ardanti Soleha, Meti Arni, Ayu Lestari, dan Sabilaya Romadhona.
Rangkaian kegiatan ini yang berlangsung secara tatap muka (luring) dan daring berakhir pada Rabu (7/9/2022). (rel)











