Laporan: Henny Primasari
Inderalaya, Sumselupdate.com – Kecelakaan lalulintas (lakalantas) maut terjadi di ruas jalan raya lintas Barat tepatnya di Simpang Taman Pancasila, Kelurahan Timbangan, Kecamatan Inderalaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).
Peristiwa yang terjadi pada Minggu (28/9/2020), sekitar pukul 16.30 WIB antara sepeda motor Yamaha Jupiter Z warna merah nopol BG 3143 TS dengan mobil Daihatsu Terios warna putih BG 1107 TB.
Dalam peristiwa ini pengendara motor bernama Riduan (34), warga Dusun II, Desa Campang Tiga Ulu, Kecamatan Cempaka, Kabupaten OKU Timur dan anaknya berinisal Y (9) meninggal di lokasi kejadian.
Sedangkan istri korban bernama Murni (30), warga yang sama mengalami luka serius dan kini dalam perawatan.
Al, saksi mata di lokasi kejadian mengatakan, kecelakaan ini bermula korban yang membonceng istri dan anaknya melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Timbangan 32 Inderalaya, Kabupaten Ogan Ilir.
Sedangkan mobil Terios yang identitas pengemudi belum diketahui datang dari arah Karang Endah Kabupaten Muaraenim.
Saat tiba di lokasi kejadian, kedua kendaraan tersebut tabrakan ala adu kambing.
Kuatnya tabrakan membuat dua dari tiga korban terseret mobil sejauh dua meter. Tak pelak, dalam kecelakaan ini Riduan dan anaknya meninggal dunia di tempat. Sedangkan istri korban selamat dari maut.
“Kejadian ini banyak yang melihat, bahwa mobil Terios itu menabrak motor itu. Namun kami sangat menyesalkan sopir kendaraan seakan tidak mau bertanggung jawab, dan tidak mau membawa korban ke puskesmas terdekat padahal ketiga korban terluka parah,” katanya.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Ogan Ilir, AKP Desi Arsanti membenarkan kecelakaan lalulintas hingga menelan korban jiwa itu.
Menurut AKP Desi, pengemudi Terios sudah diamankan untuk dimintai keterangan dan pertanggungjawaban,
Sementara itu pengendara mobil beinisial P membantah kalau dirinya menabrak korban.
“Saya tidak menabrak motor secara langsung, sebelum motor terserempet mobil milik saya motor tersebut terjatuh sendiri,” ujarnya.
Karena saksi mata meminta pertanggung jawaban kepada pengendara mobil, sedangkan si sopir bersitegang merasa tidak bersalah, akhirnya pertengkaran terjadi hingga saling dorong dan nyaris adu jotos. (**)











