Lahan Ditumbuhi Bunga Bangkai Jadi Tempat Swafoto

Senin, 6 Desember 2021
Warga Lahat berswafoto bersama bunga bangkai yang tengah mekar di salah satu kebun warga.

Laporan: A Putra

Lahat, Sumselupdate.com – Munculnya bunga bangkai berjenis Amorphophallus paeoniifolius di kebun sebelah rumah warga RT18, RW06, Kelurahan Bandar Jaya, Kecamatan Lahat Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan, bikin heboh masyarakat.

Read More

Zubairi, SE, pemilik kebun mengatakan, bunga bangkai itu pertama kali ditemukan oleh Asisten Rumah Tangga (ART) yang bekerja di rumahnya.

Di mana saat itu, sang ART melihat bunga yang tidak biasa tumbuh di sebelah rumah.

“Saya dapat kabar pada Sabtu (6/12) dari ART saya, katanya dia melihat bunga bagus dan indah sekali. Namun karena kemarin kondisi terus hujan (Sabtu–Minggu –red), saya baru sempat mengecek semalam, dan melihat bahwa itu bunga bangkai,” kata dia, Senin (6/12/2021).

Zubairi mengungkapkan, antusias warga setempat sangat tinggi, pada malam hari itu, banyak warga datang untuk melihat bentuk bunga bangkai dari jarak dekat.

“Bahkan ada yang berfoto-foto, sampai malam juga mereka masih ada yang datang, sampai pertengahan malam,” ujarnya.

Setelah bunga bangkai tersebar di beberapa grup Whatsapp dan media sosial (medsos), bukan hanya warga setempat yang datang, melainkan warga lainnya ikut datang untuk melihat secara langsung.

“Saya kasih batas tali, agar lokasinya bisa dengan mudah diketahui. Kami persilahkan siapa saja yang melihat, karena mungkin mereka penasaran. Banyak yang berswafoto, dan membagikannya lagi ke Medsos,” ujarnya.

Diakui Zubairi, lahan yang ditumbuhi itu merupakan perkebunan yang ditanami berbagai macam tanaman, namun di bagian bawah, dia juga menanam Porang.

“Banyak tanaman di sana, saya tanam secara tumpang sari, namun baru beberapa tahun ini saya tanam Porang, setelah itu muncul Bunga Bangkai,” ucapnya.

Sementara itu, Mario Andramatik penggiat wisata Kabupaten Lahat menuturkan, keberadaan bunga bangkai dengan nama latin Amorphophallus paeoniifolius memang cukup langka, untuk tumbuh di kebun sebelah tempat tinggal.

“Yang langka itu bukan tanamannya, kalau tanamannya bisa ditanam sendiri, namun momen ketika bunga itu mekar, itu yang langka, karena tidak ada fase pasti kapan itu akan berbunga,” terangnya.

Menurut Mario, bunga bangkai bisa ditanam, awalnya pertumbuhan bunga bangkai akan nampak berbatang dan berdaun layaknya porang, dengan batang berbintik besar.

“Saya juga tanam di halaman rumah, sudah bertahun tahun, yang saya tanam jenis Amorphophallus titanum, atau Bunga Bangkai berjenis besar, yang tingginya bisa mencapai tiga hingga empat meter. Namun fasenya belum masuk fase berbunga, dan hingga saat ini masih berupa batang saja,” tutur dia.

Momen tanaman jenis itu menjadi bunga itu masuk ke dalam fase generatif, pada saat fase ini, bunga bangkai akan mengeluarkan bau tidak sedap, yang dapat memikat kumbang dan lalat untuk membantu penyerbukan.

“Nah saat ini, bunga bangkai itu masuk ke dalam fase generatif, bakal ada penyerbukan saat dia berbunga, namun tak kunjung berbunga, dia masuk fase vegetatif,” terangnya.

Dari sisi wisata, Mario menilai, Bunga Bangkai dapat berkontribusi dalam menarik minat orang berkunjung untuk melihatnya.

“Kalau di daerah lain, ada yang namanya kebun Bunga Bangkai, jadi bunga ini ditanam di lahan luas, ketika berbunga, maka bisa jadi tempat wisata,” terangnya.

Kendati demikian, menurut Mario, sudah banyak orang yang ingin menyaksikan secara langsung Bunga Bangkai itu.

“Kita bisa lihat, meski hanya satu, sudah banyak yang datang, itu menandakan bahwa masyarakat sangat antusias menyaksikan dan melihat langsung, bahkan mengabadikannya,” pungkasnya. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts