Palembang, Sumselupdate.com – Tiga kelompok suporter Sriwijaya FC kembali dikumpulkan sebelum Laskar Wong Kito menjamu Borneo FC dalam laga liga 1 Gojek Traveloka di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Sabtu (22/4) mendatang.
Manajemen Sriwijaya FC mengumpulkan tiga kelompok suporter, yakni Sriwijaya Mania Hooligan (SMan), Sriwijaya Ngamuk atau Singa Mania dan Ultras Palembang mengikat perjanjian dalam surat kesepakatan bersama agar tidak terjadi bentrok sesama suporter.
Komisaris PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Muddai Madang mengatakan, langkah ini diambil agar kondisi tim stabil saat Sriwijaya FC bermain di kandang sendiri.
“Perjanjian ini dilakukan di depan manajemen dan polisi. Agar kondisi Palembang kondusif. Terlebih kita tengah disorot dunia (tuan rumah Asian Games 2018), tunjukkan kalau kota kita aman dan tentram saat menjadi tuan rumah atau penyelenggara,” kata Muddai.
Ikatan janji tetap menjaga keamanan dan kondusif laga kandang terjadi di Sriwijaya FC Official Store and Cafe di komplek pertokoan PS Mall Sabtu (15/4) malam.
Poin kesempatan antara lain berjani menjaga ketertiban keamanan saat bertanding serta sesudah. Lalu apabila ada yang membuat kerusuhan alias provokasi akan diserahkan ke aparat kepolisian untuk di proses.
“Saya tekankan, bentrok suporter adalah murni kriminal, pelaku adalah penjahat dan akan kita tangkap,” tegas Dir Intelkam Polda Sumsel Kombes Pol Slamet Hariyadi.
Terlebih pihaknya,juga mengimbau agar para suporter jangan membawa barang yang beda dari atribut suporter. Apabila tertangkap pihaknya tidak segan mengiring suporter ke sel. “Jangan bawa senjata tajam, air keras dan beda berbahaya lainnya. Bila ada kita amankan,” tuturnya.
Sementara itu tiga kelompok suporter Sriwijaya FC mengaku sudah lama menjaga kondusifitas. Ketua Singa Mania Dugong, Presiden Ultras Agung, Ketua Harian SMAN Aang. “Kita setuju dan sepakat bila ada yang bentrok di lapangan diserahkan ke polisi. Walau itu dari kelompok kami,” katanya. (tra)











