Baturaja, Sumselupdate.com – Pada laporan pertanggungjawaban (LPJ) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2015 lewat sidang paripurna yang digelar Kamis (4/8) lalu. Bupati OKU Drs Kuryana Azis menjelaskan, pada tahun 2015 target pendapatan daerah sebesar Rp1,109 triliun. Dari nilai tersebut terealisasi Rp1,034 triliun atau sebesar 93,26 persen.
Pendapatan sebesar itu salah satunya diperoleh dari Pendapatan Asli Daerah sebesar Rp98 miliar. Jumlah itu lebih kecil dari target awal sebesar Rp106 miliar.
Pendapatan lain berasal dari transfer Pemerintah pusat, Pemerintah provinsi dan lainya. Di mana, pada tahun anggaran 2015 lalu penerimaan ini ditarget sebesar Rp963 miliar, namun realisasi yang tercapai sebesar Rp896 miliar atau 93,07%.
Ada lagi pendapatan yang sah, yang merupakan pendapatan lainnya berupa dana desa (APBN), terealisasi 100%. Dari jumlah yang ditarget sebesar Rp39 miliar, realisasi yang tercapai jumlahnya sama.
Di lain sisi, tampaknya Pemkab tidak begitu fasih melakukan perencanaan hingga realisasi program pembangunan.
Pasalnya, jika dilihat dari sisi anggaran belanja, di mana pada tahun 2015 lalu dianggarkan sebesar Rp1,282 triliun, hanya terealisasi sebesar Rp1,145 triliun atau 89,40 persen.
Sehingga Pemkab OKU mendapat Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) sebesar Rp56 miliar lebih.
Bupati OKU H Kuryana Azis pun mengakui, jikalau APBD OKU 2015 belum terealisasi sepenuhnya.
“Pelaksanaan APBD 2015 tidak semuanya dapat kita laksanakan sesuai rencana semula. Hal ini dapat dilihat dari angka-angka Laporan Keuangan Daerah yang telah kami sampaikan kepada dewan terhormat,” ujar Kuryana dalam laporannya.
Kuryana berharap, penjelasan singkat laporan keuangan daerah tahun 2015 yang ia sampaikan ini, mendapat pembahasan dan disetujui dewan untuk dituangkan dalam keputusan bersama dan kemudian ditetapkan jadi Perda.
“Perlu kami informasikan, bahwa laporan keuangan ini telah melalui audit oleh BPK RI bahkan mendapat predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP),” pungkasnya. (Yan)











