Palembang, Sumselupdate.com – Satu-satunya sekolah besutan Sumatera Selatan Sekolah Olahraga Negeri Sriwijaya, yang mencetak khusus atlet melalui prestasi di level kabupaten/kota hanya menyediakan 62 kursi.
Angka ini diharapkan mampu dijadikan kompetisi bagi atlet muda di level kabupaten/kota bisa diberi perhatian. Agar, bisa menjadi produksi atlet yang benar-benar berprestasi. Sebut saja Rio Maholtra, yang merupakan jebolan Sekolah Olahraga Negeri Sriwijaya (SONS) yang saat ini menjadi sprinter andalan Merah Putih.
Dari 62 siswa tersebut meliputi beberapa cabang olahraga yakni, angkat besi 2, atletik 12, bola voli 6, dayung 6, gulat 2, pencak silat 5, renang 8, senam 6, sepaktakraw 6, taekwondo 6, judo 1, tenis meja 2, putra dan putri. Namun untuk gulat dan sepak takraw, khusus untuk putra saja.
Kepala Sekolah SONS Mitrisno menuturkan, kriteria yang akan dipakai untuk merekrut calon siswa sekolah itu akan ditetapkan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumsel dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumsel. Untuk itu, ia terus berkoordinasi dengan pihak Dispora untuk menentukan seleksi siswa yang bakal jadi atlet andalan Sumsel tersebut.
“Kita hanya menerima saja, yang menetapkan kriteria Dispora dan KONI Sumsel,” tuturnya, Jumat (17/3/2017).
Ia menjelaskan, untuk tim peyeleksi khusus cabor akan diseleksi oleh pelatih masing-masing cabor dan tim pandu bakat.
Selain itu, akan mengikuti seleksi/tes yang dilaksanakan panitia penerimaan atlet siswa baru, tahap seleksi sendiri meliputi, seleksi administrasi, kesehatan, tes keterampilan atau fisik, tes psikotes (wawancara).
“Jadi, tim peyeleksi nantinya merupakan tim yang benar-benar ahli dibidangnya. Misalnya, keterampilan atau fisik yang meyeleksi yakni masing-masing pelatih dari cabor. Memang kami mencari calon atlet yang nantinya akan mengikuti beberapa event olahraga baik tingkat SMP dan SMA,” ujarnya.
Ia menambahkan, selain memiliki fisik dan ahli di salah satu cabor, para calon siswa baru juga harus memiliki prestasi olahraga minimal juara III tingkat kabupaten/kota, atau juara V untuk tingkat provinsi/nasional dibuktikan dengan foto medali, fotocopy piagam/sertifikat, atau dokumen pendukung lainnya. Serta, bukti tersebut dibawa aslinya pada saat tes wawancara.
“Untuk prosedur pendaftaran sendiri calon siswa baru tersebut diusulkan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) kabupaten/kota atau secara perorangan. Pengiriman berkas dilakukan melalui via pos,” pungkasnya. (sbw)











