Kuba Murka, Sebut Sanksi Baru AS sebagai ‘Hukuman Kolektif’ bagi Rakyat

Writer: - Minggu, 3 Mei 2026
Seorang pria beristirahat di sebuah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang tidak beroperasi di Havana, Kuba, pada 17 Maret 2026. (Xinhua/Joaquin Hernandez)

Havana, Sumselupdate.comKuba pada Jumat (1/5) mengecam sanksi baru Amerika Serikat (AS) sebagai “langkah koersif sepihak”.

“Kami dengan tegas menolak langkah koersif sepihak yang baru-baru ini diambil” oleh pemerintah AS, kata Menteri Luar Negeri Kuba Bruno Rodriguez dalam unggahannya di platform media sosial X.

Read More

Tindakan-tindakan ini menunjukkan niat untuk menjatuhkan hukuman kolektif kepada rakyat Kuba, ujar Rodriguez.

Dia menyebut pengumuman itu bertepatan dengan 1 Mei, ketika jutaan warga Kuba turun ke jalanan untuk mengecam blokade dan embargo energi AS.

“Langkah-langkah ini bersifat ekstrateritorial dan melanggar Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa,” kata Rodriguez, seraya menambahkan bahwa AS tidak berhak memaksakan kebijakannya terhadap Kuba atau negara maupun pihak lainnya.

Pernyataan tersebut muncul setelah Presiden AS Donald Trump pada Jumat menandatangani perintah eksekutif yang memberlakukan sanksi baru terhadap Kuba.(xn)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts