Muaraenim, Sumselupdate.com – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan penggeledahan terkait penyidikan kasus dugaan suap yang menjerat Bupati Muaraenim, Edison.
Penggeledahan lanjutan tersebut berlangsung pada Jumat (12/6/2026) dan menyasar dua lokasi strategis di Kabupaten Muaraenim, yakni Kantor Bupati Muaraenim serta Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Muaraenim.
Langkah ini merupakan kelanjutan dari rangkaian penyidikan pasca-Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang sebelumnya dilakukan KPK. Sesaat setelah OTT, penyidik diketahui telah melakukan penggeledahan awal dan memasang segel di ruang kerja Bupati Muaraenim.
Namun, pada penggeledahan kali ini, aktivitas penyidik terlihat lebih luas dengan menyasar lebih dari satu lokasi secara bersamaan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, tim penyidik mulai melakukan penggeledahan sekitar pukul 08.00 WIB. Kegiatan tersebut berlangsung selama kurang lebih empat jam dan berakhir sekitar pukul 12.00 WIB.
Pantauan di Kantor Bupati Muaraenim menunjukkan sejumlah penyidik KPK keluar dari gedung sambil membawa koper berwarna hitam yang diduga berisi dokumen maupun barang bukti lain yang berkaitan dengan perkara yang tengah disidik.
Setelah menyelesaikan penggeledahan, tim penyidik langsung meninggalkan lokasi menggunakan dua unit kendaraan dengan pengawalan ketat aparat kepolisian.
Meski menjadi perhatian publik dan awak media yang telah menunggu sejak pagi, para penyidik tidak memberikan keterangan terkait hasil penggeledahan maupun barang bukti yang berhasil diamankan.
Mereka memilih meninggalkan lokasi tanpa memberikan pernyataan resmi kepada wartawan.
Penggeledahan di Kantor Bupati dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muaraenim ini memunculkan berbagai spekulasi terkait arah pengembangan perkara yang sedang ditangani KPK.
Selain mendalami dugaan tindak pidana korupsi yang telah menjerat Bupati Muaraenim, penyidik diduga tengah menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam perkara tersebut.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada informasi resmi dari KPK mengenai hasil penggeledahan, jumlah barang bukti yang disita, maupun kemungkinan adanya tersangka baru dalam kasus tersebut.
KPK juga belum menyampaikan keterangan terkait keterkaitan dokumen atau barang yang diamankan dari kedua lokasi dengan konstruksi perkara yang sedang berjalan.
Penyidik diperkirakan masih akan melakukan pendalaman terhadap seluruh barang bukti yang diperoleh guna memperkuat proses penyidikan dan mengungkap pihak-pihak yang diduga terlibat.
Sementara itu, aktivitas pelayanan pemerintahan di lingkungan Kantor Bupati Muara Enim dan Disdikbud Muara Enim tetap berjalan meski sempat menjadi perhatian masyarakat akibat kehadiran tim penyidik KPK.
Hingga berita ini diterbitkan, KPK belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai hasil penggeledahan lanjutan tersebut.
(**)











