KONI Sumsel Lepas 28 Atlet Bola Tangan

Jumat, 21 April 2017
Pelepasan atlet bola tangan Sumsel.

Palembang, Sumselupdate.com – KONI Sumsel melepas 28 atlet bola tangan untuk bertanding di Kejuaraan Nasional Senior Bola Tangan di Lapangan Vidi Arena Jakarta Selatan, pada 22-31 April. Pelepasan 28 atlet yang terdiri dari 14 putra dan 14 putri ini dilakukan di Kantor KONI Sumsel, Jumat (21/4/2017).

Wakil Ketua Umum Asosiasi Bola Tangan Indonesia (ABTI) Sumsel, Lidayanto dalam sambutannya mengatakan, sebelum berangkat ke Jakarta untuk ikut Kejuaraan Nasional Senior Bola Tangan, para atlet sudah menjalani serangkaian persiapan.

Read More

Mereka sudah menjalani training camp selama dua bulan. Tim bola tangan ini terus menunjukkan progres yang semakin baik. Tim yang sekarang di lepas KONI Sumsel ini, juga akan menjadi tim bayangan yang akan disiapkan untuk turun di PON Papua tahun 2020 nanti.

“Ini tim bayangan kita di PON di Papua nanti, Kejuaraan Nasional Senior Bola Tangan juga sebagai persiapan tim bola tangan untuk itu. Saya ingatkan pada atlet untuk dapat tampil lebih baik dari tim asal Jawa Tengah ataupun Jawa barat yang jadi saingan berat kita,” ucapnya.

Diakui Lidiyanto, untuk cabor bola tangan tim asal Jawa Tengah dan Jawa Barat ini cukup kuat. Tim Sumsel harus dapat lebih baik sehingga dapat mendekati medali emas di PON Papua 2020 nanti.

“Kita juga minta supaya cabor bola tangan ini masuk di ajang Porprov, apalagi syarat kita sudah terpenuhi. Kita sudah mempunyai 12 Pengcab, tapi kalau tidak masuk cabor yang pertandingan Porprov, kita akan jalankan agenda alternatif, yakni Kejurda,” jelasnya.

Di tempat yang sama Wakil Ketua II Bidang Pembinaan Prestasi KONI Sumsel Syamsurramel memberikan apresiasi ABTI Sumsel yang sudah berhasil membentuk tim dan sudah beberapa kali ikut dalam beberapa event pertandingan.

“Saya tahu betul tidak mudah membentuk tim itu, tahun ini tim bola tangan putra dan putri berangkat ke Jakarta untuk ikut Kejuaraan Nasional Senior Bola Tangan. KONI berkewajiban untuk membina dan mendorong, kita akan terus bekerja sama dengan ABTI Sumsel supaya bisa memberikan prestasi buat Sumsel,” jelasnya.

Syamsurramel ikut berbagi pengalaman, bila 34 tahun silam dia merupakan seorang atlet bola tangan. Semasa menjadi atlet bola tangan, dia mengakui bila tangan kanannya lebih kuat, tembakan selalu mudah dibaca lawan karena kerapkali mengarah ke kanan. Oleh sebab itulah, kedua tangan perlu kuat sehingga akan membuat tembakan lebih kreatif.

“Saya ingat sekali, dulu belum ada karpet seperti sekarang, jadi lebih sulit, tapi kalau sekarang, lapangan futsal pun bisa digunakan tim atlet ola tangan,” jelasnya.

Terakhir, Syamsurramel berpesan pada para atlet untuk bermain bagus dan memberikan yang terbaik dalam ajang Kejuaraan Nasional Senior Bola Tangan di Jakarta. “Main penuh semangat, jangan emosi, dan bermain yang kompak,”katanya. (tra)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts