Pagaralam, Sumselupdate.com – Di balik wajah ramah dan senyum hangatnya, tersimpan jejak panjang pengabdian seorang polisi. Kompol Herry Widodo SH, lahir pada tahun 1972, telah menempuh perjalanan karier yang penuh warna di tubuh kepolisian. Dari satu jabatan ke jabatan lain, ia tak hanya meninggalkan catatan kedinasan, tapi juga jejak kebaikan di hati masyarakat Pagaralam.
Di Polres Pagaralam, nama Herry Widodo tak asing lagi. Ia pernah menjabat Kasat Lantas, beberapa kali dipercaya menjadi Kapolsek, kemudian Kasi Propam, hingga akhirnya dipercaya sebagai Kabag Ops. Dalam setiap jabatan, ia selalu tampil dengan kesungguhan, ketegasan, namun tetap humanis.
“Dalam setiap penugasan, saya selalu berusaha menjalankan amanah sebaik mungkin. Dimanapun ditempatkan, saya menganggap itu bagian dari ibadah sekaligus pengabdian untuk masyarakat,” ujarnya dengan tenang, seolah merangkum filosofi hidupnya.
Rekan-rekan kerjanya mengenal Herry bukan sekadar atasan, melainkan sahabat sekaligus teladan. Ia bukan tipe pemimpin yang hanya memerintah dari balik meja, melainkan sosok yang tak segan turun langsung ke lapangan.
“Beliau selalu memberi contoh dulu, baru mengarahkan. Itu yang membuat kami segan sekaligus hormat,” kenang seorang anggota.
Tak hanya di kalangan internal kepolisian, sosok Herry juga meninggalkan kesan mendalam di hati masyarakat. Di berbagai kesempatan, ia mudah ditemui bukan hanya sebagai pejabat, tetapi juga sebagai kawan berbincang.
Seorang warga bahkan menyebutnya sebagai polisi yang hadir dengan senyum. “Pak Herry itu ramah, selalu menyapa siapa saja. Rasanya beliau bukan hanya polisi, tapi juga bagian dari keluarga besar masyarakat Pagaralam,” ujarnya.
Pengabdian panjang itu pun berbuah prestasi. Tak sedikit penghargaan yang ia terima, termasuk penghargaan emas atas keberhasilan menangkap tahanan kejaksaan yang kabur, sebuah pencapaian yang menegaskan dedikasi dan ketegasannya dalam menjaga marwah institusi.
Kini, lembar baru menanti. Kompol Herry Widodo SH harus meninggalkan Pagaralam yang penuh kenangan untuk bertugas sebagai Kabag Ops Polres Muara Enim. Meski berat, ia menyambutnya dengan penuh keikhlasan.
“Bagi saya, di manapun ditempatkan, prinsipnya tetap sama, yaitu bekerja dengan ikhlas, menjaga amanah, serta memberikan yang terbaik untuk masyarakat,” katanya, menutup percakapan dengan senyum khas yang selalu melekat.
Bagi Pagaralam, ia meninggalkan jejak kebaikan. Bagi Muara Enim, ia datang membawa semangat baru.
(**)











