Komisi X DPR Komitmen Perkuat Posisi Pendidikan Pesantren dalam Revisi UU Sisdiknas

Writer: - Sabtu, 18 Oktober 2025
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadian Irfani. (Foto; Sumselupdate.com/Humas DPR RI).

Jakarta, Sumselupdate.com – Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadian Irfani, mengatakan pondok pesantren punya peran besar lebih dari sekadar lembaga pendidikan agama.

Kiprah pesantren penting  membangun fondasi moral dan kebangsaan yang telah ikut membentuk wajah Indonesia sejak sebelum kemerdekaan.

Read More

“Pondok pesantren adalah kawah candradimuka bagi pembentukan moral, adat, dan etika bangsa. Dari pesantren lahir para pejuang, ulama, dan negarawan yang menjaga negeri ini dengan doa dan pengabdian,” ujar Lalu di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (16/10/2025).

Dikatakan, pesantren memiliki peran besar melahirkan generasi beradab dan berakhlak. Di tengah hiruk pikuk modernitas dan gaduhnya politik hari ini, pesantren tetap menjadi ruang yang mengajarkan keikhlasan.

“Menjaga muruah pesantren bukan hanya soal membela lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga menyembuhkan luka moral bangsa. Ketika santri tetap tersenyum dalam sabar, di situlah kita belajar makna kemenangan sejati,” katanya.

Dikatakan, DPR RI tengah membahas revisi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas).

Salah satu poin penting revisi ini adalah memperjelas posisi pendidikan pesantren agar memiliki kesetaraan hak dengan lembaga pendidikan umum.

“Insya Allah dalam revisi UU Sisdiknas nanti, kami akan mempertegas pengakuan terhadap pendidikan pesantren dan lembaga keagamaan lainnya. Negara harus hadir memastikan hak-hak pesantren setara dengan pendidikan umum,” tegas Politisi Fraksi PKB ini.

Dia juga mendorong agar nilai-nilai luhur yang diajarkan di pesantren, seperti adab, moral, sopan santun, dan penghormatan kepada guru, dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan nasional.

“Etika dan karakter yang tumbuh di pesantren seharusnya menjadi contoh bagi lembaga pendidikan umum. Kami akan mendorong agar pendidikan karakter berbasis nilai pesantren masuk dalam kurikulum nasional,” jelasnya.

Peran pesantren dalam membentuk pemimpin bangsa lanjut dia, tidak dapat dipungkiri. Banyak santri yang kini menjadi tokoh-tokoh nasional, pemikir, dan penggerak pembangunan.

“Negara harus mengakui dan menghargai kontribusi pesantren. Karena dari pesantrenlah lahir generasi yang mencintai tanah air dan mengabdi dengan ketulusan,” tegasnya.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts