Komentari Video Merengek Bripka SL, Kabid Humas Polda Sumsel: Dia Alami Gangguan Jiwa

Video polisi memukul PM TNI Palembang menangis viral [instagram]

Laporan: Diaz Erlangga

Palembang, Sumselupdate.com — Polda Sumsel komentari cuplikan video yang menunjukkan Bripka SL, oknum polisi yang viral karena melakukan pemukulan terhadap anggota Polisi Militer (PM) TNI, tengah merengek seperti anak kecil, bak alami gangguan jiwa dengan tangan terborgol.

Read More

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi didampingi Kabiddokkes Polda Sumsel, Kombes Pol dr Syamsul Bahar M Kes mengatakan, Bripka SL bukan pura-pura gila melainkan memang tengah mengalami gangguan jiwa.

Bahkan menurut Kombes Pol Supriadi, Bripka SL memang menderita gangguan kejiwaan dengan surat yang dikeluarkan dari RS Ernaldi Bahar Palembang (rumah sakit khusus penyakit jiwa).

Hal ini berdasarkan Surat keterangan hasil BPKP Polri Nomor : R /34/ VI/ KES.3./ 2022/ Biddokes. Dimana dalam surat ini dikeluarkan pada 24 Juni 2022 oleh Dr.Abdullah Sahab,SpKJ,MARS dari RS Ernaldi Bahar Palembang yang menyatakan Bripka SL mengalami gangguan jiwa.

“Kita mempunyai bukti kalau Bripka SL ini memang mengalami gangguan jiwa bukan pura-pura semata,” ujar Kombes Pol Supriadi.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi didampingi Kabiddokkes Polda Sumsel, Kombes Pol dr Syamsul Bahar M Kes

 

Sehingga dalam surat tersebut Bripka SL tidak dapat melakukan pekerjaan yang berat karena masih memerlukan perawatan dan pengobatan medis, namun dengan catatan masih bisa melakukan pelayanan yang ringan sesuai dengan penyakitnya.

Kombes Pol Supriadi menjelaskan bahwa rekaman itu diambil baru-baru ini, saat yang bersangkutan Bripka SL tengah konseling kejiwaan dengan psikolog guna keperluan proses hukumnya.

“Jadi video yang beredar di medsos menyebut bripka SL pura-pura gila yang disebarkan oleh orang tidak bertanggung jawab itu tidak benar. Apalagi itu direkam saat yang bersangkutan sedang melakukan konseling psikolog Polri. Karena yang bersangkutan memang mengalami gangguan kejiwaan,” jelasnya.

Diakui bahwa dengan viralnya rekaman yang menunjukkan Bripka SL saat konseling kejiwaan dengan psikolog, itu juga melanggar hukum yakni UU ITE.

“Sebenarnya itu bisa kita tuntut, karena itu kan pemberitaan yang tidak benar,” ucapnya.

Sementara untuk proses hukum dari laporan Prada Irfan, korban pemukulan dari Bripka SL, hingga kini masih dalam penyidikan baik dari Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel dan oleh Bid Propam Polda Sumsel.

“Kita tunggu saja laporan dari Ditereskrimum dan BidPropam Polda Sumsel. Karena sampai saat ini masih dalam proses penyidikan,” imbuhnya.(**)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.