Kisah Janda Cantik yang Tewas Setelah Mobilnya Terbang Masuk Jurang Sedalam Seratus Meter

Sabtu, 20 Oktober 2018
Mendiang Rini Puspitawati (facebook Rindu Puspita)

Jakarta, Sumselupdate.com – Rini Puspitawati akhirnya meninggal dunia di RSUD dr Soedono Madiun, Sabtu (20/10/2018). Wanita cantik asal Ngawi itu mengembuskan napas terakhirnya usai tujuh hari mengalami koma.

Kanit Laka Satlantas Polres Magetan, Ipda Yudi, saat dihubungi wartawan, juga membenarkan kejadian tersebut. Dengan begitu, polisi mencatat tidak ada korban selamat dalam kecelakaan maut yang terjadi di Sarangan pada 13 Oktober 2018 lalu.

Seperti diketahui, Rini Puspitawati mengalami kecelakaan di kawasan Sarangan, Jawa Timur bersama teman prianya. Sebelum terjun bebas ke dalam jurang, mobil korban menabrak pembatas jalan di Jalan Raya Sarangan Plaosan.

Rini meninggal setelah 2 hari dirawat di RSUD Sayidiman Magetan dan 5 hari dirawat di RSUD dr Soedono Madiun.

Advertisements

Kecelakaan juga menewaskan penumpang seorang pria bernama Ragil Supriyanto (34), warga Desa Kediren, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Ragil tewas di lokasi terpental berjarak sekitar 30 meter dari lokasi jatuhnya mobil.

Seperti apa detik-detik kronologi kecelakaan yang berlokasi sama dengan tempat musibah bus rombongan peziarah asal Surabaya saat menabrak tebing yang menewaskan dua orang pada Minggu (7/10) tersebut.

“Kendaraan yang dikemudikan Rini Puspitawati melaju dari arah barat ke timur, atau dari Sarangan menuju Magetan. Memasuki bawah taman jalan persimpangan antara arah telaga Sarangan-Cemoro Sewu menuju Karanganyar, kendaraan tersebut berjalan lurus tanpa ada pengeriman,” kata Kapolsek Plaosan AKP Sukono saat dihubungi detikcom, Sabtu (20/10/2018).

Keterangan cukup rinci dikatakan Paijo, salah satu saksi mata yang kebetulan berada tak jauh dari lokasi. Paijo sempat melihat mobil itu melayang di udara sebelum akhirnya mendarat di jurang sedalam sekitar 100 meter.

“Kejadiannya singkat, saya waktu lewat tiba-tiba itu mobil dari atas terbang muter-muter berapa kali, ndak ingat,” ujar salah satu saksi, Paijo (40) kepada detikcom.

Paijo mengatakan sebelum jatuh ke jurang, mobil itu menabrak pembatas pinggir jalan yang terbuat dari besi. Pembatas jalan itu tak mampu menghentikan laju mobil. Pembatas jalan itu justru membuat mobil terbang dan salto di udara.

Setelah salto beberapa kali di udara, mobil turun menghantam bebatuan jurang. CR-V berwarna putih itu lalu terpental dan jatuh di lahan tanah kering.

Mobil itu berhenti di tanah yang kering tapi gembur tersebut. kepulan asap debu sempat nampak dari kejauhan.

“Sempat terpental dan jatuh ke lahan kering tapi gembur, terus asap debu kelihatan dari jauh,” kata Paijo.

Paijo menuturkan sebelum kepulan asap debu muncul sempat terdengar suara seperti dentuman hingga CR-V tersebut sempat tak terlihat. Seketika itu dirinya bersama seorang anggota polisi yang kebetulan sedang patroli berlari mendekat lokasi.

“Langsung lari, saya dan ada pak polisi yang kebetulan patroli menolong. Sayang korban laki tidak tertolong meninggal di lokasi. Sempat terjepit wanitanya,” ungkap Paijo.

Paijo menambahkan korban pria yang tewas jenazahnya ditemukan di luar mobil, sekitar 20 meter dari lokasi mobil berhenti.

Korban tewas terpental keluar dari mobil. Namun Paijo tak mengetahui apakah korban tewas terpental sebelum atau saat mobil menyentuh tanah.

Kondisi mobil ringsek berat nyaris tak berbentuk. Mobil dengan STNK tertulis atas nama PT PT Fajar Kumala Motor itu saat ini berada di Pos Lantas Plaosan.

 

Kondisi mobil saat terjatuh di jurang (Foto: Istimewa)

 

Dimakamkan di Dekat Rumah Duka

Terpisah, Ketua RT 01 Desa Semen, Kecamatan Paron Suradi kepada wartawan di rumah duka mengatakan, lokasi pemakaman Rini, berada di Tempat Pemakaman Umum Dusun Bangsewu yang berjarak sekitar 500 meter dari rumah duka.

Di rumah duka saat ini hanya ada Marsini ibunya yang masih nampak shock atas meninggalnya Rini.

Suradi mengatakan selama ini almarhumah Rini menjadi tulang punggung keluarga. Ibunya Marsini hanya sebagai buruh tani. Sedangkan Rini merupakan seorang janda yang bekerja di sebuah pabrik rokok. Rini meninggalkan seorang anak laki-laki yang masih sekolah di TK.

Pantauan di lapangan, mobil ambulans yang membawa korban kecelakaan di jurang Sarangan itu tiba di rumah duka sekitar pukul 18.00 WIB. Jenazah oleh warga segera dibawa masuk ke rumah duka untuk disemayamkan sebelum dimakamkan.

Langkah wartawan hanya sampai di sini saja karena pihak keluarga meminta agar kedatangan dan pemakaman Rini tidak dijadikan bahan berita atau tidak diliput.

“Kami hanya menyampaikan pesan keluarga. Tolong, pihak keluarga almarhum tidak berkenan untuk diliput media apapun. Tolong menghormati keluarga,” ungkap salah satu famili Rini yang tidak berkenan disebutkan namanya kepada awak media yang datang di rumah duka, Sabtu (30/10/2018).

Para wartawan yang sudah berada di lokasi sejak siang, terpaksa angkat kaki meninggalkan lokasi. “Ayo pulang, ndak enak sama keluarga almarhum,” kata salah satu wartawan televisi sambil bergegas meninggalkan lokasi.

Dari info yang dihimpun, jenazah Rini direncanakan dimakamkan sekitar pukul 20.00 WIB di di Tempat Pemakaman Umum Dusun Bangsewu yang berjarak sekitar 500 meter dari rumah duka. (dtc/lip)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.