Ketua MPR RI Ajak Lestarikan Batik Indonesia

Writer: - Selasa, 5 Maret 2024
Ketua MPR RI Ajak Lestarikan Batik Indonesia
Ketua MPR RI Ajak Lestarikan Batik Indonesia

Jakarta, Sumselupdate.com — Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengapresiasi kiprah The Diplomat Tailor and Batik Gallery yang turut melibatkan berbagai UMKM memproduksi jas, batik dan beragam fashion yang diproduksinya. Visi The Diplomat Tailor and Batik Gallery terhadap fashion ditambah visi kewirausahaan yang kuat, membuat The Diplomat Tailor and Batik Gallery menjadi bisnis yang sukses seperti sekarang.

“The Diplomat Tailor and Batik Gallery memiliki beragam pilihan bahan kain hingga kualitas premium ditunjang tangan handal pekerjanya menjahit, menjadikan The Diplomat Tailor and Batik Gallery dibanjiri konsumen dari berbagai kalangan. The Diplomat Tailor and Batik Gallery juga memiliki keunggulan memberikan super fast service. Membuat jas atau kemeja batik dalam waktu 1×24 jam, tanpa mengurangi kualitas jahitan,” ujar Bamsoet saat mengunjungi The Diplomat Tailor and Batik Gallery langganannya di Jakarta, Senin (4/3/24).

Read More

Ketua DPR RI ke-20 ini mendukung kepedulian The Diplomat Tailor and Batik Gallery terhadap pelestarian batik dengan menggunakan bahan batik yang didapat dari para pengrajin di berbagai daerah, bukan melalui impor dari negara lain.

Batik adalah kekayaan nasional. Bahkan pada 2 Oktober 2009 UNESCO telah menetapkan batik sebagai warisan budaya tak benda manusia karena kaya dengan simbol dan makna filosofi kehidupan rakyat Indonesia.

“Batik merupakan budaya asli Indonesia dengan motif yang banyak dan beraneka ragam. Bahkan, setiap daerah memiliki motif atau corak batik khas. Berbeda antar daerah. Sebagai budaya asli Indonesia, batik sangat dikagumi banyak orang. Tidak cuma di Indonesia, tetapi juga disukai orang luar negeri. Karena kewajiban seluruh elemen bangsa melestarikan batik sebagai salah satu kekayaan budaya bangsa,” kata Bamsoet.

Dikatakan, batik khas Indonesia berbeda dengan batik printing asal China yang langsung dicetak mesin, tanpa proses filosofis dalam proses pengerjaannya.

Batik khas Indonesia lebih memiliki nilai filosofis sejak awal proses pembuatan. Mulai dari pembuatan malam (lilin), pewarnaan, sampai pelepasan lilin dari kain.

“Potensi ekspor pasar batik masih luas sekali. Berbagai promosi terus dilakukan berbagai pihak. Mulai dari mengikuti event pariwisata dan industri kerajinan internasional, sampai dengan pemberian souvenir kain batik untuk para tamu negara. Semua dilakukan untuk lebih mengenalkan batik ke dunia internasional,” tegas Bamsoet. (duk)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts