Inderalaya, Sumselupdate.com – Duka mendalam menyelimuti keluarga besar Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).
Ketua Baznas OKI, Devison, SPdI, meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tragis di Kecamatan Inderalaya, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Kamis (9/10/2025).
Kecelakaan maut itu terjadi di Simpang Desa Muara Penimbung, Kecamatan Inderalaya. Mobil dinas Baznas OKI yang dikemudikan sendiri oleh almarhum menabrak bagian belakang truk tangki hingga ringsek berat dan menghantam pohon di tepi jalan.
Warga sekitar yang melihat kejadian langsung mengevakuasi korban dan membawanya ke RS A. Arroyan Indralaya. Namun, nyawanya tidak dapat diselamatkan.
Wakil Ketua I Baznas OKI, Pipin Susandi Januar, menjelaskan bahwa almarhum baru saja pulang dari kegiatan dinas sejak subuh.
“Subuh tadi beliau baru pulang dari sebuah acara dan langsung ingin kembali ke rumahnya di Inderalaya dengan mengemudi sendiri,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Pipin mengaku sangat terkejut mendengar kabar duka tersebut dan langsung menuju rumah duka bersama para pengurus Baznas lainnya.
Menurutnya, musibah ini juga telah disampaikan kepada Bupati OKI, H Muchendi Mahzareki.
Semasa hidupnya, Devison dikenal sebagai sosok yang ramah, berdedikasi, dan aktif dalam berbagai kegiatan sosial.
Di bawah kepemimpinannya, Baznas OKI melaksanakan beragam program zakat dan pemberdayaan masyarakat yang menyentuh langsung kalangan mustahik.
“Rencananya, almarhum akan dimakamkan setelah shalat Zuhur di Desa Benawa, Kecamatan Tanjung Lubuk, Kabupaten OKI,” terang Pipin.
Selain menjabat sebagai Ketua Baznas OKI, Devison juga merupakan Pimpinan Pondok Pesantren Al Ittifaqiyah Inderalaya.
Bagi rekan-rekannya, kepergian Devison bukan sekadar kehilangan seorang pemimpin, melainkan kehilangan figur teladan yang mengabdikan diri sepenuh hati bagi umat.
“Kami segenap pengurus Baznas OKI menyampaikan duka cita sedalam-dalamnya atas berpulangnya Ketua Baznas OKI. Semoga amal ibadah beliau diterima di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” tutup Pipin.
(**)











