Palembang, sumselupdate.com – Biopori atau lobang serapan yang dibuat untuk mengatasi banjir masih sangat jauh.
Kepala Dinas Perkimtan Kota Palembang, Affan Prapanca mengatakan, target biopori dari walikota Palembang ini sejak program di launching walikota 2021 belum mencapai target.
“Target walikota 1 juta titik Biopori, tapi sampai dengan sekarang di seluruh wilayah Kota Palembang baru ada sekitar 3000 titik biopori yang sudah di gali/buat,” katanya.
Karena terkendala beberapa faktor, di antaranya kurang kesadaran akan manfaat dari biopori yang dibuat/gali ini. Walaupun ini masih jauh sekali dari target, dan semestinya gerakan ini perlu dari kepedulian bersama.
“Masih kurang nya titik biopori ini, karena kurangnya atensi dari gerakan pembuatan biopori ini, karena semestinya ini dilakukan secara bersama,” katanya.
Padahal, dengan adanya biopori akan membuat kualitas tanah lebih baik. Selain membuat tanah lebih subur, juga untuk mengatasi banjir karena membantu penyerapan air sehingga tidak menggenang.
“Biopori ini dapat menjadi solusi bagi penanggulangan banjir, karena biopori dapat menjadi penyerapan air,” katanya.
Pembuatan biopori ini juga dapat dilakukan secara manual menggunakan alat gali, dan dapat dilakukan sendiri. Kemudian untuk kedalamannya bisa dibuat 50 sampai 100 meter, setelah lubang tergali kemudian di isi dengan sampah-sampah dedaunan.
“Tidak ada karakteristik khusus dalam membuat biopori, walau memang lebih baik di tanah dataran tinggi,” katanya. (Iya)











