Muarabeliti, Sumselupdate.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Musi Rawas (Mura) menilai eksekutif tidak serius menyambut dibahasnya delapan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang diajukan.
Penilaian ini dilihat dari banyaknya kepala SKPD tidak hadir saat rapat paripurna dewan dengan agenda mendengarkan jawaban Eksekutif atas pemandangan umum fraksi-fraksi atas delapan raperda yang disampaikan Wakil Bupati Mura, Hj Suwarti.
Muncul dugaan ketidakhadiran kepala SKPD ini disebabkan karena yang hadir di paripurna wakil bupati. Mirisnya lagi SKPD yang hadir diwakili setingkat sekretaris dan kabid. Pemandangan ini jauh berbeda jika bupati yang hadir, sehingga seluruh Kepala SKPD hadir semua.
Wakil Bupati Mura, Hj Suwarti, mengatakan, banyaknya kepala SKPD yang tidak hadir saat rapat paripurna dewan karena dinas luar.
Namun dia mengimbau kepada SKPD, jangan dinas luar yang diutamakan. Karena dinas luar bisa diwakilkan, sedangkan rapat paripurna ini justru yang diutamakan.
“Banyak dinas luar. Saya meminta SKPD paripurna diutamakan. Jangan dinas luar yang diutamakan,” tegasnya.
Terpisah, Ketua DPRD Mura, Yudi Pratama, SH, mengatakan banyaknya SKPD tidak hadir menjadi catatan dewan.
“Kita sangat prihatin dengan kondisi seperti ini. Karena agenda hari ini, paripurna mendengarkan jawaban eksekutif atas pemandangan umum fraksi-fraksi dewan terjadap 8 Raperda. Ini menjadi catatan buat kita. Dan kita prihatin,” ungkapnya Kamis (23/5/3019).
Dengan melihat animo dari eksekutif, apalagi banyak SKPD tidak hadir menjadi tanda tanya bagi seluruh dewan. Sebab dewan disuruh membahas 8 Raperda sementara eksekutif tidak menyambut secara pro aktif.
“Ini yang sangat kita sayangkan. Apalagi paripurna tersebut disaksikan mahasiswa Unmura,” sesal dia.
Menariknya ini terjadi secara berulang-ulang, jangan sampai semangat AK 5 yang digadangkan Bupati tidak disambut baik oleh kalangan di bawahnya.
“Beberapa kali rapat paripurna. Apalagi kalau Bupati tidak hadir Kepala SKPD banyak tidak jadir. Kalau Bupati hadir banyak yang hadir, ini biasa cara lama,” pungkasnya. (ain)











