Laporan: Syandi Fran Widodo
Palembang, Sumselupdate.com – Ratusan pedagang dan aktivis Palembang geruduk kantor Gubernur Sumsel meminta Direktur Utama Jakabaring Sport City (JSC) Meina Paloh untuk dipecat.
Masa aksi demonstrasi yang tergabung dalam Aliansi Aktivis Masyarakat Selamatkan Sumatera Selatan (AMSS) bersama para pedagang, kecewa atas kebijakan Meina Paloh yang mengusir ratusan pedagang di kawasan JSC pada saat Festival Olahraga Masyarakat Nasional (Fornas) VI pada 1-7 Juli 2022.
Di lokasi tepatnya di halaman kantor Gubernur Sumatera Selatan, Firdaus Hasbullah selaku kordinator aksi mengatakan, kekecewaannya terhadap perlakuan manajemen JSC pada saat event besar itu terjadi, di mana para pedagang terusir.
“Kita sangat kecewa atas hal tersebut mengusir pedagang pada event seperti itu, padahal dengan adanya event seperti pedagang dapat mendongkrak perekonomian pasca-pandemi Covid-19,” ungkapnya, Senin (18/7/2022).
Saat massa aksi menyampaikan sikap, Gubernur Sumsel Herman Deru datang menyambut massa aksi dan mendengarkan tuntutan.
“Karena itu (JSC) merupakan tempat wisata kita akan mengatur nanti bagaimana para pedagang itu bisa tertata rapi, dan tidak bercampur baur agar lebih mudah dan enak dipandang,” ungkap Herman Deru saat diwawancarai awak media.
Menurut Herman Deru, dirinya telah menerima beberapa kali laporan terkait keluhan pedagang di JSC.
“Mungkin kita harus duduk dan diskusi untuk menemukan solusi untuk pelaku UMKM di sana,” kata Herman Deru.
Herman Deru mengatakan, pedagang di sana harus diberikan tempat khusus dan disusun secara rapi agar lebih tertata. Sebab, sayang kalau JSC yang diandalkan terlihat tidak rapi.
“Harus kita petakan, pedagang kuliner di mana, mainan anak di mana, sehingga kesannya bisa rapi dan teratur,” katanya.
Dia berjanji nanti akan mengadakan peninjauan terkait jabatan Direktur JSC, apalagi masa jabatan Meina Paloh sebentar lagi akan habis.
Di tempat yang sama Fendi, seorang pedagang JSC mengungkapkan, dirinya sudah berjualan sejak tahun 1995 guna mencari makan dan menghidupi keluarga dari berdagang di kawasan tersebut. Namun dia mengaku sangat kecewa semenjak adanya pelarangan itu. (**)











