Palembang, Sumselupdate.com – Perkara Fatiyah, bocah SD berusia 7 tahun yang sempat menjadi sorotan publik karena kondisi matanya memerah, resmi ditutup dan diselesaikan secara damai. Kedua belah pihak telah saling memaafkan pada Jumat (14/11/2025).
Kasus ini sebelumnya viral dan memicu perdebatan di media sosial karena Fatiyah diduga mengalami kekerasan di sekolah, sehingga pihak keluarga memilih menempuh proses hukum. Namun hasil pemeriksaan medis yang dilakukan atas atensi Wali Kota Palembang mengungkap bahwa Fatiyah mengalami gejala klinis penyakit pertusis atau batuk menahun.
Sejalan dengan itu, pihak kepolisian menyatakan bahwa penyelidikan atas laporan orang tua Fatiyah telah dihentikan.
Perkembangan terbaru, Fatiyah bersama kedua orang tuanya yang didampingi tim hukum dari LBH Bima Sakti mendatangi SDN 150 Palembang, tempat Fatiyah bersekolah. Kedatangan mereka untuk menyampaikan permohonan maaf atas kesalahpahaman yang sempat terjadi.
Kedatangan Fatiyah pada Jumat (14/11/2025) disambut baik oleh pihak sekolah, mulai dari kepala sekolah hingga para wali kelas.
“Kami mendampingi ananda F bersama orang tua datang ke sekolah untuk menyampaikan permohonan maaf secara langsung, bahkan menandatangani perdamaian secara resmi,” ujar Dr Conie Pania Putri SH MH, didampingi Direktur LBH Bima Sakti M Novel Suwa SH MM MSi serta Indah Dwi Permata Sari SH dan Tresyah Meirinda Putri SH MH.
Terkait hasil pemeriksaan medis Fatiyah, tim hukum LBH Bima Sakti menegaskan akan terus mendampingi keluarga selama proses rawat jalan berlangsung.
“Kami berharap pihak sekolah, terutama kepala sekolah dan guru-guru, tetap menerima siswanya untuk terus bersekolah,” tambah Novel Suwa.
Ia menekankan bahwa setelah peristiwa ini dijelaskan secara terang benderang, Fatiyah tidak boleh mengalami perlakuan berbeda dari siswa lain.
“Dengan pihak kepolisian, kami sudah membuat surat perdamaian dan akan menyampaikan kepada Bapak Kapolrestabes Palembang untuk mencabut laporan polisi,” jelasnya.
LBH Bima Sakti juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah memberikan perhatian terhadap kondisi Fatiyah.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Wali Kota Palembang Ratu Dewa yang cepat tanggap, pihak Polrestabes Palembang, dokter RSUD Bari, serta masyarakat yang sudah memberikan perhatian,” ujarnya.
(**)











