Kapolda Sumsel Temui Koalisi Pers, Dua Terduga Pengeroyok Wartawan Disebut Serahkan Diri

Writer: - Kamis, 15 Oktober 2026
Kapolda Sumsel Irjen Pol Rony Samtana menemui massa Koalisi Pers Sumsel yang menggelar aksi solidaritas atas pengeroyokan dua wartawan saat meliput aksi unjuk rasa di depan Mapolda Sumsel. Dalam pertemuan tersebut, Kapolda menyampaikan dua terduga pelaku disebut telah menyerahkan diri. (Foto: Diaz Erlangga/Sumselupdate.com)

Palembang, Sumselupdate.com – Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) Irjen Pol Rony Samtana menyampaikan dua terduga pelaku pengeroyokan terhadap wartawan Rahmat dari Tribun Sumsel dan Mulyadi dari PalTV telah menyerahkan diri pada Kamis (15/10/2026).

Informasi tersebut disampaikan Rony saat menemui massa Koalisi Pers Sumsel yang menggelar aksi solidaritas di depan Markas Polda Sumsel, Palembang. Aksi ini digelar sebagai respons atas kekerasan terhadap dua jurnalis ketika menjalankan tugas peliputan.

Read More

Koalisi Pers Sumsel yang terdiri dari berbagai organisasi wartawan dan perusahaan media mendesak agar kasus kekerasan terhadap jurnalis tersebut diusut secara tuntas.

Setelah massa menyampaikan orasi selama beberapa jam, Rony akhirnya menemui peserta aksi di depan gerbang Mapolda Sumsel.

“Informasi terbaru dari Dirkrimum, dua terduga pelaku pengeroyokan hari ini menyerahkan diri,” ujar Rony di hadapan massa aksi.

Meski dua terduga pelaku disebut telah menyerahkan diri, Rony menegaskan penanganan perkara tidak berhenti pada dua orang tersebut. Polda Sumsel masih mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam insiden pengeroyokan terhadap kedua wartawan.

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumsel masih melakukan penyelidikan dan pengumpulan bukti untuk mengungkap peristiwa tersebut secara menyeluruh.

Rony juga meminta rekan-rekan jurnalis yang memiliki rekaman video atau foto terkait kejadian agar menyerahkannya kepada kepolisian untuk membantu proses pengungkapan perkara.

“Kami akan menampung video ataupun foto dari kawan-kawan. Tentu kami akan melakukan penyelidikan dan penyidikan dengan scientific investigation agar peristiwa dapat kita ungkap secara tuntas,” katanya.

Penanganan kasus ini menjadi perhatian kalangan pers di Sumatera Selatan karena kekerasan tersebut menimpa jurnalis yang sedang menjalankan tugas peliputan. Koalisi Pers Sumsel berharap proses hukum berjalan transparan dan seluruh pihak yang terbukti terlibat dapat dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts