Kala UGM Tolak Ceramah Fahri Hamzah di Masjid Kampus

Jumat, 25 Mei 2018

Yogyakarta, Sumselupdate.com – Rektorat Universitas Gajah Mada (UGM) mencoret nama Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dari daftar penceramah tarawih di masjid kampus ramai dibahas. Tambah ramai kala Fahri menduga pencoretan itu karena tekanan pejabat negeri ini.

“Saya dikontak oleh pihak takmir masjid bahwa rektor ditekan oleh para pejabat di atas. Bahwa saya nggak boleh ceramah di masjid UGM,” kata Fahri kepada wartawan, Kamis (24/5/2018).

Bacaan Lainnya

Sebenarnya jadwal Fahri Hamzah mengisi ceramah di masjid itu sudah terlewat. Dia digantikan orang lain. Namun kemudian jadwalnya diatur ulang. Belum sempat dia hadir, namanya sudah keburu dicoret.

Fahri Bukan tanpa alasan UGM mencoret nama Fahri. Kepala Bagian Humas dan Protokol UGM Iva Aryani mengatakan ada pro-kontra terhadap sejumlah nama penceramah yang akan mengisi di masjid kampus, salah satunya adalah Fahri Hamzah. UGM, kata Iva, tak ingin penceramah di masjid kampus jadi kontroversi.

Pihak Rektorat UGM mengadakan pertemuan dengan jajaran takmir masjid kampus. Dari pertemuan itu kemudian diputuskan ada 3 nama penceramah dicoret, yaitu Fahri Hamzah, Ismail Yusanto dan Novriyadi.

“Jadi memang ada beberapa pro kontra di kalangan masyarakat berkaitan dengan beberapa penceramah (di Masjid Kampus UGM),” kata Iva saat dihubungi detikcom, Kamis (24/5/2018).

Iva mengatakan keputusan yang diambil UGM murni atas inisiatif pimpinan rektorat dalam merespons situasi terkini. Dia menepis tudingan ada tekanan dari pihak luar kampus, apalagi dari Pemerintah.

“Enggak, sama sekali tidak benar. Tidak pernah ada (desakan) dari kementerian, dari istana dari manapun, tidak,” ungkapnya. (adm3/dtc)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.