Kadinsos OKI Ingatkan TKSK dan Pendamping PKH Bekerja Sesuai Tupoksi

Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), H Reswandi SP, MM

Laporan Syakbanudin

Kayuagung, Sumselupdate.com – Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), H Reswandi SP, MM, mengingatkan kembali tentang Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) di setiap kecamatan yang ada di Bumi Bende Seguguk, termasuk pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) untuk dapat bekerja sesuai dengan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi), masing-masing.

Bacaan Lainnya

“Mereka sebagai perpanjangan tangan dari Dinas Sosial harus mampu menjalankan tugasnya masing-masing dengan baik,”ujar Kadinsos OKI, H Reswandi SP, MM, saat berbincang dengan Sumselupdate.com, di ruang
kerjanya, Rabu (30/9).

Mantan Kabag Kesra Pemkab OKI ini menambahkan bahwa himbau agar TKSK dan pendamping PKH bekerja dengan tupoksi ini juga disampaikan setiaprapat bersama Koordinator Daerah (Korda), beserta jajaran PKH,
termasuk bersama TKSK.

“Nah, jikalau menyalahi Tupoksi maka nantinya akan berimbas pada pendamping PKH atau TKSK itu sendiri,”imbuhnya.

Imbauan Kadinsos ini juga disampaikan mengingat sebentar lagi akan ada bantuan dari Dinas Sosial OKI yang bersumber dari dana APBD. Yakni bantuan Sembako Misbar akibat virus corona atau covid 19.

“Kita saat ini tengah mempersiapkan untuk bantuan lebih lanjut yaitu memberikan bantuan sembako Misbar akibat virus corona yang ada di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Persiapan ini dilakukan agar tidak
melanggar aturan yang berlaku,”ungkap H Reswandi.

Dikatakannya, sebelumnya Dinas Sosial OKI, telah menyalurkan bantuan dari Kementerian Sosial yakni PKH, berupa bantuan yang diperuntukan untuk anak sekolah, lansia, ibu hamil, balita, dan ini berjalan terus setiap tahunnya. Dan program Program Keluarga Harapan (PKH) ini, yang telah dilaunching bantuan beras atau sembako PKH, untuk KPM (Keluarga Penerima Manfaat) PKH mendapatkan sebanyak 15 Kg selama tiga bulan
terhitung bulan Agustus, September, Oktober 2020.

“Kami pun telah menyalurkan bantuan dari Kementrian Sosial lain yaitu bantuan BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai). Dimana sebelumnya program ini bernama Ranstra lalu berganti BPNT dan kini program sembako. Dan ini telah berjalan setiap bulannya, dilaksanakan pencairan dari program BPNT tersebut. Dan bantuan yang disalurkan ketiga adalah bantuan sosial yang bersumber dari dana APBD, yakni sembako Misbar (Miskin Baru) APBD OKI yang telah berjalan selama tiga bulan yaitu bulan April, Mei, Juni 2020,”tukasnya. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.