Palembang, Sumselupdate.com – Kabut asap kembali mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (8/10/2026).
Jarak pandang di kawasan bandara yang turun hingga sekitar 400 meter menyebabkan sejumlah pesawat tidak dapat melakukan pendaratan dan harus dialihkan ke bandara lain atau kembali ke bandara keberangkatan.
Salah satu penerbangan yang terdampak yakni Garuda Indonesia GA 955 rute Jeddah-Palembang. Berdasarkan pembaruan operasional Bandara SMB II hingga pukul 15.00 WIB, penerbangan tersebut berstatus divert atau dialihkan.
General Manager Bandara SMB II Palembang, Ahmad Syaugi Sahab, membenarkan kondisi tersebut. Ia mengatakan jarak pandang di kawasan bandara berada di bawah batas minimum untuk operasional penerbangan.
“Visibility below minimal,” ujar Ahmad Syaugi Sahab.
Baca Juga: Kabut Asap Tebal Ganggu Penerbangan, 18 Pesawat Terdampak di Bandara SMB II Palembang
Selain penerbangan internasional, sejumlah penerbangan domestik juga terdampak. Di antaranya Super Air Jet IU 933 rute Yogyakarta-Palembang dan Citilink QG 980 rute Jakarta-Palembang yang tercatat mengalami pengalihan.
Beberapa pesawat lainnya bahkan harus melakukan return to base (RTB) atau kembali ke bandara keberangkatan.
Penerbangan yang melakukan RTB antara lain Garuda Indonesia GA 102 dan Citilink QG 9962 dari Jakarta, Super Air Jet IU 922 dari Jakarta, serta AirAsia AK 462 rute Kuala Lumpur-Palembang.
Gangguan juga berdampak terhadap penerbangan yang berangkat dari Palembang. Hingga pukul 15.00 WIB, sedikitnya 17 penerbangan keberangkatan tercatat terdampak.
Baca Juga: Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Bandara SMB II Palembang, Dua Pesawat Gagal Mendarat
Penerbangan tersebut melayani sejumlah rute, antara lain Jakarta, Pangkalpinang, Medan, Kuala Lumpur, dan Yogyakarta.
Kondisi jarak pandang yang rendah terjadi saat kualitas udara Palembang masih berada pada level berbahaya akibat tingginya konsentrasi partikulat halus atau PM2.5.
Berdasarkan data pemantauan BMKG pada Kamis (8/10/2026), konsentrasi PM2.5 di Stasiun Talang Betutu mencapai 531,7 mikrogram per meter kubik (µg/m³) pada pukul 14.00 WIB. Sementara Stasiun Musi 2 mencatat 447,8 µg/m³.
Kondisi lebih buruk terjadi pada dini hari hingga pagi. Konsentrasi PM2.5 di Stasiun Musi 2 sempat mencapai 721,3 µg/m³ pada pukul 04.00 WIB.
Sedangkan di Stasiun Talang Betutu, konsentrasi PM2.5 mencapai 743,4 µg/m³ pada pukul 06.00 WIB.
BMKG menyebut konsentrasi PM2.5 berada pada level berbahaya sejak dini hari hingga pagi sebelum berangsur menurun.
Kondisi tersebut tidak hanya berdampak terhadap kualitas udara dan kesehatan masyarakat, tetapi juga mengganggu aktivitas penerbangan karena jarak pandang menjadi terbatas.
Masyarakat yang berada di wilayah dengan tingkat polusi tinggi diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan. Jika harus beraktivitas di luar rumah, masyarakat disarankan menggunakan masker yang sesuai untuk mengurangi paparan partikulat.
Sementara itu, pengelola Bandara SMB II terus memantau perkembangan jarak pandang dan kondisi cuaca. Operasional penerbangan disesuaikan dengan kondisi di lapangan dengan tetap mengutamakan keselamatan penumpang dan awak pesawat.
(**)







