Palembang, Sumselupdate.com – Bila melihat dari kasat mata jumlah penonton yang hadir di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring mendukung Laskar Wong Kito bermain kurang terlalu ramai atau bisa tergolong sepi. Apalagi bila sudah dibandingkan tim seperti Arema Cronus, Persib Bandung, Mitra Kukar, PSM Makassar dan tim lainnya. Publik Sumsel seakan kalah fanatik dengan tim asal Jawa atau Kalimantan.
Tapi, data berbicara lain. Ternyata dilihat dari tingkat hunian stadion dari 18 tim yang turun di kompetisi Torabika Soccer Championship (TSC) 2016, SFC berada di peringkat kedua terbesar dengan 54,90 persen. Sriwijaya FC hanya kalah dengan Persib Bandung dengan persentase 66.40. Di posisi ketiga lebih mengejutkan lagi, yakni Persela Lamongan dengan 54.10 persen. Pertanyaan kemudian muncul, di mana salah satu tim raksasa Arema Cronus yang terkenal dengan fanatisme suporternya itu.
Bila tim berjuluk Singo Edan ini bertanding, setiap tribun selalu nyaris membiru karena kehadiran Aremania. Ternyata Arema masih berada di peringkat kesembilan dengan 38,60 persen, dilihat dari tingkat hunian atau jumlah penonton yang hadir di Stadion berdadarkan data GTS.
“Ini luar biasa, SFC berada di peringkat kedua, apa rahasianya?,” tanya salah satu anggota Tim Komersial PT Gelora Trisula Semesta (GTS) Reza.
Dari data setiap pertandingannya, jumlah penonton SFC terbilang cukup konsisten. Untuk jumlah penonton yang tertinggi sampai pekan ke-29 TSC, saat SFC melawan Mitra Kukar.
Saat itu ada 22.500 penonton yang hadir di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang. Itu angka yang sangat fantastis. Tapi kendati demikian, masih bisa ditingkatkan lagi. Itu karena kapasitas stadion GSJ sampai 40.000 orang. Ini menjadi tantangan bagi tim Marketing dan Promosi SFC dalam menjual Laskar Wong Kito.
“Kalau prestasi menarik penonton itu jelas, 50 persen yang datang karena SFC lagi bagus-bagusnya, tapi tetap ada penonton yang datang ke stadion karena hasil pemasaran,” terangnya.
Direktur Marketing dan Promosi PT SOM Nirmala Dewi membenarkan bila timnya terus bekerja keras untuk menarik masyarakat Sumsel menonton langsung ke stadion.Segala upaya dilakukan, mulai dari memasarkan tiket lewat media sosial, kuis berhadiah tiket, cafe store SFC dan lain sebagainya.
Bila dilihat dari data jumlah penonton SFC berada diperingkat kedua itu patut disyukuri.Jeda kompetisi musim lalu sedikit banyak membuat masyarakat Sumsel sudah rindu melihat aksi punggawa Laskar Wong Kito di lapangan hijau.
Belum lagi saat melawan Mitra Kukar, performa Supardi dan kawan-kawan tengah menanjak naik. Kala itu, SFC sedang bersaing ketat di tiga besar. Poin ketiga tim juga sangat ketat. Hal itu membuat persaingan cukup ketat.
“Masyarakat sudah lama tidak menonton SFC, itu membuat penonton yang datang ke stadion cukup besar,” katanya.(tra)











