JPD Tingkat Provinsi Terancam Dibatalkan Ini Keluhan Dispora OKU

Rabu, 19 April 2017
Kabid Kepemudaan Dispora OKU, Iwan Setiawan.

Baturaja, Sumselupdate.com – Jambore Pemuda Daerah (JPD) tingkat provinsi dikabarkan akan dibatalkan. Hal ini menuai tanggapan dari kabupaten/kota di Sumsel, salah satunya Dispora Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU).

“Memang benar informasinya akan dibatalkan pelaksanaan JPD ini. Namun kita belum tahu kepastiannya. Ini baru sebatas informasi dan isu saja yang kami ketahui,” ungkap Kepala Dispora OKU, melalui Kabid Kepemudaan, Iwan Setiawan saat dihubungi wartawan, Selasa (19/4/2017).

Read More

Padahal, kata Iwan, pihaknya sudah melakukan seleksi anggota untuk dikirim ke Banyuasin untuk mengikuti JPD tingkat Provinsi Sumsel.

“Sedikitnya, 18 orang anggota JPD OKU sudah terpilih” jelas Iwan.

Disinggung apa penyebab adanya informasi pembatalan itu, kata Iwan, ia belum tahu pasti. Untuk itu, mereka akan menghubungi pihak provinsi. Namun sampai saat ini belum terhubung. Rencana terakhir, tadinya kegiatan ini akan dilaksanakan di Banyuasin sebagai tuan rumah. Pelaksanaan dijadwalkan pada bulan Juli 2017.

“Alasan informasi pembatalan ini, informasinya karena pengurangan dana. Namun ini belum final. Ini akan dikonfirmasikan dulu,” cerita Iwan.

Lebih dari itu dijelaskan Iwan, meski adanya isu pembatalan penyelenggaraan kegiatan JPD se-Sumsel ini, pihaknya tetap melakukan pelatihan terhadap anggota JPD OKU yang sudah diseleksi. Yakni sebanyak 18 orang dan 2 pendamping.

“Mengapa tetap latihan, sebab kita OKU menargetkan kembali menjadi juara umum seperti tahun 2014,” ucapnya.

Iwan mengaku sangat kecewa andai benar informasi yang mereka terima memang batal. Sebab, ini salah satu event kepemudaan yang ada saat ini. Event ini berjenjang dari Kabupaten/kota terus provinsi hingga ke tingkat nasional. Sehingga berubah dari JPD menjadi JPI.

“JPI merupakan ruhnya rangkaian kegiatan hari sumpah pemuda tahun 2017 di Sawah Lunto, Sumatera Barat. Kami berharap pemerintah provinsi  tidak membatalkan kegiatan JPD dan JPI karena berimbas ke tahun yang akan datang. Cuma, ini kan baru isu adanya pembatalan kegiatan ini. Untuk kepastiannya kita belum tahu,” jelasnya.

Di samping itu, saat disinggung jika benar adanya pembatalan kegiatan tersebut apakah akan berdampak pada penggunaan program yang sudah dianggarkan tidak bisa maksimal digunakan, hal ini dibenarkan Iwan. “Kegiatan bisa saja dialihkan, namun harus menunggu ABT tahun 2017,” tegasnya. (Wid)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts